JAKARTA, celebrities.id - N'golo Kante saat ini masuk dalam deretan gelandang elit dunia. Pemain tengah Chelsea itu tampil memukau di final Liga Champions 2020/2021 dan membawa The Blues meraih juara, mengalahkan Manchester City dengan skor 1-0.

N’Golo Kante dikenal sebagai pesepak bola terbaik di dunia. Namun, tahukah Anda kalau kisah hidup pemuda 30 tahun itu penuh lika-liku. Bahkan, dia pernah menjadi pemulung di masa kecil.

Ya, perjalanan hidup pentolan Timnas Prancis itu bak kisah di sebuah film. Bagaimana tidak, jejak hidup sang gelandang bertahan itu penuh drama. 

Kante lahir di Paris, Prancis, pada 29 Maret 1991. Orang tuanya berasal dari Mali yang berimigrasi ke Prancis pada 1980. 

Dia dibesarkan di sebuah apartemen kecil di Rueil Malmaison, pinggiran kota padat penduduk di dekat Paris. Wilayah ini terkenal sebagai tempat tinggal para buruh.

Di usia 11, Kante harus kehilangan ayahnya yang meninggal. Sebagai anak tertua, Kante pun harus kerja keras menjadi tulang punggung keluarga membantu ibunya. 

Demi mencari uang, Kante kecil rela menjadi pemulung. Dia harus menempus puluhan kilometer mencari sampah untuk dikumpulkan dan ditukar dengan uang. 

Meski kerja keras, Kante tetap menekuni hobinya sebagai pesepak bola. Dia memulai kariernya di lapangan pada usia 8 di JS Suresnes di pinggiran barat Paris, dan menetap di sana selama satu dekade. 

Bakatnya tak tertangkap radar tim-tim besar karena posturnya yang kecil dan gaya permainannya yang tidak mementingkan diri sendiri. Bahkan, dia pernah ditolak akademi Clairefontaine. 

Baru pada 2010, dia direkrut tim cadangan Boulogne. Dia melakoni debut profesionalnya di pertandingan terakhir Divisi Kedua Liga Prancis pada 18 Mei 2012. 

Tahun berikutnya dia bergabung Caen, klub Divisi II Liga Prancis lainnya. Semusim di sana, dia mampu membawa Caen promosi ke kasta tertinggi Liga Prancis. 

Alhasil, pesona Kante mulai terpantau klub luar negeri. Sehingga, Leicester City merekrutnya pada 2015. Hebatnya, pada musim debutnya, dia bisa membawa The Foxes secara mengejutkan juara Liga Inggris 2015-2016. 

Aksinya yang tangguh di lini tengah membuat Chelsea meminangnya. Ajaibnya lagi, dia langsung membawa The Blues juara Liga Inggris 2016-2017. 

Sejak saat itu namanya semakin harum di jagad sepak bola dunia. Dia juga membantu Chelsea meraih berbagai trofi lainnya, termasuk juara Liga Champions 2020-2021. 

Di level internasional, Kante juga sukses membawa Timnas Prancis juara Piala Dunia 2018. Bahkan, dia memainkan peran penting dalam tim. 

Kesuksesan itu membuat perekonomian Kante dan keluarga terdongkrak. Kabarnya, kini dia memiliki harta mencapai 25 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp356,5 miliar. 

Meski begitu, sebagai Muslim, Kante terkenal tetap rendah hati. Dia tak segan memenuhi permintaan foto dari para penggemarnya saat bertemu di jalan.

Editor : Dhita Seftiawan