Infografis Seorang Nelayan Thailand Temukan Muntahan Paus Seharga Rp17 Miliar

Intan Afika Nuur Aziizah
Sabtu 09 Oktober 2021 07:54 WIB

 

JAKARTA, celebrities.id - Narong Phetcharaj bakal kaya mendadak karena menemukan ambergris (muntahan paus) seharga Rp17 miliar yang mengambang di pantai Niyom, Provinsi Surat Thani, Thailand. Muntahan paus sperma itu kerap dipakai untuk bahan baku parfum kelas dunia.

Ambergris seberat 30 kilogram itu biasa disebut harta karun karena sangat berharga dan dicari produsen parfum. Melansir dari World of Buzz, pada 4 Oktober lalu, Narong curiga benda yang mengambang di pantai itu adalah muntahan paus yang berharga seperti yang dia lihat di televisi.

Dia mengatakan benda itu memiliki tekstur dan penampilan seperti lilin. Dia kemudian membawanya ke ahli di Universitas Prince of Songkla untuk diuji sebelum dinyatakan sebagai ambergris asli.

Sebelumnya, potongan ambergris dibanderol dengan harga sekitar Rp533 juta hingga Rp610 juta per kilogram. Artinya, harga ambergis Narong berkisar Rp17 miliar.

“Tidak ada penduduk desa yang pernah melihat atau menyentuh ambergris paus asli. Itu sebabnya semua orang senang,” kata Narong, dikutip MNC Portal Indonesia pada Kamis (7/10/2021).

“Saya sangat senang saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya berencana untuk menjual ambergris karena saya telah menerima sertifikat untuk membuktikan bahwa itu asli,” ujarnya.

Narong berencana akan meninggalkan pekerjaannya sebagai nelayan jika ambergris itu bisa terjual dengan harga yang bagus. Tak hanya itu, dia juga berniat mengadakan pesta bersama teman-temannya.

“Jika saya bisa mendapatkan harga yang bagus, saya akan pensiun dari pekerjaan sebagai nelayan dan mengadakan pesta untuk teman-teman saya,” katanya.

Diketahui, Ambergris diproduksi oleh paus sperma untuk memudahkan lewatnya benda besar atau tajam. Ketika paus memuntahkannya, ia membeku dan mengapung di permukaan laut.

Meskipun pada awalnya ambergris menghasilkan bau busuk. Lama kelamaan mengembangkan aroma manis dan tahan lama setelah mengering. Ini membuatnya menjadi bahan yang sangat dicari dalam industri parfum.

 

Editor : Dhita Seftiawan