12 Negara Ini Batalkan Perayaan Tahun Baru, Terbanyak dari Asia

Abdul Razak
Selasa 04 Januari 2022 13:18 WIB
12 Negara Ini Batalkan Perayaan Tahun Baru, Terbanyak dari Asia
11 negara batalkan perayaan Tahun Baru, terbanyak dari Asia. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, celebrities.id - Sejumlah negara terpaksa membatalkan momen perayaan tahun baru, padahal perayaan itu sangat dinantikan oleh masyarakat dunia. Bahkan, dari sekian banyak negara paling banyak membatalkan dari Benua Asia.

Pembatalan perayaan Tahun Baru di sejumlah negara diakibatkan dengan keberadaan Covid-19 yang terus menerus menghantui negaranya. Bahkan, jumlah kasus harian baru Covid-19 yang dilaporkan di seluruh dunia mencapai angka 1 juta untuk pertama kalinya sejak pandemi dimulai, hal itu didapatkan dari Agence France-Presse.

Meskipun nilai jumlah pasien Covid-19 dan angka kematian menurun di sejumlah negara, tetapi varian baru dari Covid-19 terus bermunculan. Bahkan yang terbaru terdapat varian terbaru Covid-19 dari Afrika yakni Omicron

Hal ini tentu membuat sejumlah negara kembali meredam aktivitas demi menyelamatkan jutaan manusia. Meskipun, varian Omicron dinilai banyak peneliti di dunia tidak seganas varian Delta namun tetap saja membuat sejumlah negara memilih untuk membatalkan perayaan Tahun Baru.

Fungsinya, agar tidak terjadi lonjakan besar ketika perayaan Tahun Baru telah usia. Jika lonjakan terjadi, maka mau tidak mau negara tersebut akan melakukan kebijakan lockdown kembali.

Nah, berikut ini ada 12 negara yang melakukan pembatalan perayaan Tahun Baru yang dilansir VOAnews, Selasa (4/1/2021):

1.  Inggris

Negara pertama yang membatalkan perayaan tahun baru adalah London, Inggris. Di mana, perayaan tahun baru yang kerap dilakukan pertunjukan kembang api di tepi sungai harus dibatalkan akibat penyebaran cepat virus corona. 

Namun, Big Ben di kota itu berbunyi pada tengah malam untuk pertama kalinya sejak 2017 setelah lebih dari tiga tahun direstorasi.

2. Prancis

Prancis tepatnya di Kota Paris mengumumkan terpaksa melakukan pembatalan pertunjukan kembang apinya di Arc de Triomphe, dan para pejabat mengamanatkan bahwa setiap orang yang berusia di atas 11 tahun mengenakan masker di luar ruangan saat berjalan di Champs-Élysées dan jalan-jalan kota lainnya, bahkan semua bar di Prancis wajib ditutup selambatnya pada pukul 2 pagi waktu setempat.

3. Spanyol

Perayaan Tahun Baru dibatalkan di sebagian besar negara. Hal itu membuat Spanyol langsung melakukan sebuah pertemuan skala kecil berlangsung di Madrid yang akhirnya memutuskan untuk melakukan pembatasan kerumunan dengan jumlah setengah dari ukuran normal.

4. Rusia

Dalam pidato yang disiarkan televisi tepat sebelum tengah malam di semua zona waktu Rusia, Presiden Vladimir Putin menghormati orang Rusia yang meninggal karena virus corona dan menawarkan kata-kata dukungan kepada mereka yang kehilangan keluarga dan teman. 

Gugus tugas virus corona pemerintah Rusia telah melaporkan lebih dari 300.000 kematian akibat Covid-19, tetapi badan statistik negaranya menyebutkan angka itu lebih dari dua kali lipat.

5. Jepang

Perayaan Tahun Baru yang tadinya dilakukan di distrik hiburan Shibuya Tokyo terpaksa dibatalkan. Perdana Menteri Fumio Kishida berbicara kepada rakyatnya baik secara live di televisi maupun di sosial media YouTube meminta warga untuk memakai masker dan membatasi jumlah orang di pertemuan.

6. Selandia Baru

Meskipun negara tersebut belum melaporkan adanya penyebaran komunitas varian omicron, pihak berwenang Selandia Baru membatalkan beberapa pertunjukan kembang api, termasuk di atas Auckland's Sky Tower. 

Sebagai ganti tradisi, Auckland merayakannya dengan pertunjukan cahaya yang diproyeksikan di menara dan landmark kota lainnya.

 

1
/
2