297 Ular di Pemukiman Warga Dievakuasi Selama 2022, Sukses Ditangani Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya

Icon CameraAan Haryono
Kamis 12 Januari 2023 23:19 WIB
297 Ular di Pemukiman Warga Dievakuasi Selama 2022, Sukses Ditangani Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya
297 Ular di Pemukiman Warga Dievakuasi Selama 2022, Sukses Ditangani Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya. (Foto:celebrities.id/ Freepik)

SURABAYA, celebrities.id - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengungkapkan banyak peristiwa yang terjadi selama 2022. Selain menangani peristiwa kebakaran, petugas DPKP juga membantu masyarakat melakukan evakuasi kejadian kedaruratan.

Menariknya, evakuasi yang dilakukan DPKP Surabaya tak hanya berhubungan dengan keselamatan jiwa manusia. Namun juga terhadap keberadaan hewan liar maupun kendaraan. Mulai dari lebah atau tawon vespa, ular, biawak, musang, monyet, hingga kendaraan terperosok ke sungai.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya,  Dedik Irianto mengatakan, pada tahun 2022, pihaknya melakukan evakuasi sebanyak 1.400 kejadian. Jumlah itu terdiri dari evakuasi hewan 776, orang 183, kendaraan 116, bangunan 4, objek alam 287 dan objek jenis lain 34.

"Kejadian evakuasi yang tertinggi atau paling banyak kami lakukan pada tahun 2022 adalah kategori evakuasi hewan," kata Dedik Irianto, Kamis (12/1/2023).

Dedik mengungkapkan, jika 776 kejadian evakuasi hewan ini mendominasi atau paling banyak dilakukan DPKP dari kategori yang lain. Dengan rincian, yaitu evakuasi ular sebanyak 297 kejadian, lebah atau tawon 293, kucing 87, biawak 48, musang 17, anjing 12, monyet 12 dan hewan lain ada 10.

"Untuk kategori evakuasi hewan, paling banyak kita lakukan adalah ular sebanyak 297 kejadian. Kemudian terbanyak kedua adalah lebah atau tawon vespa, yakni 293," ujarnya.

Dia menyebut bahwa evakuasi hewan yang dilakukan ini berdasarkan permintaan atau laporan dari warga. Warga sebelumnya menghubungi Command Center 112 (CC 112) untuk meminta bantuan kedaruratan. Seperti tawon vespa misalnya, warga menilai jika keberadaan hewan liar ini mengganggu dan dianggap membahayakan.

"Karena mengganggu atau warga takut disengat, sehingga mereka meminta bantuan melalui Command Center 112. Dan keberadaan tawon vespa ini juga berbahaya, sengatannya bisa mematikan," katanya.

Menurut dia, evakuasi tawon vespa maupun ular liar, tak hanya diminta oleh warga yang tinggal di kawasan pinggiran Kota Surabaya. Sebab, banyak pula laporan atau permintaan dari warga untuk mengevakuasi hewan liar di kawasan tengah kota.

"Jadi permintaan evakuasi hewan liar ini bukan hanya ada di pinggiran kota. Di gorong-gorong kawasan Basuki Rahmat juga pernah ada permintaan evakuasi ular jenis piton sepanjang tiga meter lebih," ujarnya.

 

Follow Berita Celebrities di Google News

1
/
2