3 Hal yang Harus Diperhatikan usai Operasi Miss V, Nomor 2 Gak Boleh Berhubungan Seks Dulu

Muhammad Sukardi
Selasa 16 November 2021 09:43 WIB
3 Hal yang Harus Diperhatikan usai Operasi Miss V, Nomor 2 Gak Boleh Berhubungan Seks Dulu
Jangan berhubungan seks usai melakukan operasi miss V. (Foto: celebrities.id/Times of India)

JAKARTA, celebrities.id - Tindakan operasi estetika pada area kewanitaan sudah bukan rahasia umum lagi. Ini karena beberapa wanita ingin memiliki miss V seperti sebelum melahirkan.

Dalam dunia operasi miss V, ada tiga jenis operasi yang dapat dipilih, yaitu vaginoplasty, labiaplasty, dan hymenoplasty. Ketiga jenis operasi tersebut punya fungsinya masing-masing.
ย 
"Vaginoplasty untuk mengencangkan, labiaplasty merapikan miss V, dan hymenoplasty kembali perawan," kata ย Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi Estetik The Clinic Beautylosophy, dr Risa Crisanti, SpBP-RE, di acara Intimate Talk Show, Senin (15/11/2021).

Soal alasan para pasien menginginkan tindakan operasi miss V, dr Risa mengatakan mereka ingin organ intimnya terlihat tetap indah, sekalipun sudah melahirkan dua sampai tiga anak. Kemudian, tentu ini berkaitan juga dengan upaya si istri menjaga keharmonisan rumah tangga.

"Ada juga alasan medis, yaitu karena labia Miss V yang terlalu besar, kadang ini membuat si perempuan tidak merasa nyaman karena labia-nya seperti tertarik-tarik dan menimbulkan rasa sakit. Tentu, kami bantu masalah tersebut," ujarnya.

Segala bentuk tindakan operasi tidak akan lepas dari yang namanya efek samping. Hal itu juga bisa terjadi pada operasi miss V.

Karena itu, dr Risa sangat menyarankan bagi wanita yang baru saja menjalani operasi miss V, baik itu vaginoplasty, labiaplasty, atau hymenoplasty, untuk menjalani tiga hal berikut ini:

1. Memastikan kebersihan area miss V dengan sangat baik. Jangan biarkan bakteri jahat ada di sana, karena ini bisa memicu masalah baru di organ kewanitaan terlebih baru melakukan tindakan operasi yang sangat rentan terpapar bakteri jika tidak dijaga kebersihannya.

2. Disarankan juga untuk tidak melakukan hubungan badan selama 4-6 minggu pascaoperasi. "Ini penting karena kami ingin memastikan jaringan baru yang dibentuk benar-benar sempurna. Karena itu, persetujuan suami-istri diperlukan sebelum operasi dilakukan," kata dr Risa.

3. Tidak menjalani aktivitas berat selama 2-3 hari. "Aktivitas berat di sini seperti lari, naik motor, atau berolahraga berat. Kalau sekadar jalan itu masih boleh," katanya.

Editor : Endang Oktaviyanti