3 Rekomendasi Perawatan setelah Lebaran yang Bikin Wajah Tirus, Bye-Bye Pipi Chubby!

Intan Afika Nuur Aziizah
Sabtu 14 Mei 2022 16:56 WIB
3 Rekomendasi Perawatan setelah Lebaran yang Bikin Wajah Tirus, Bye-Bye Pipi Chubby!
Rekomendasi perawatan wajah setelah Lebaran. (Foto: celebrities.id/Boldsky)

JAKARTA,celebrities.id  - Hari Raya Idul Fitri memang sudah berlalu, tapi bukan berarti Anda tak perlu menjaga kesehatan kulit bukan? Apalagi saat Lebaran Anda kerap mengonsumsi minuman manis hingga hidangan bersantan yang bisa memicu timbulnya jerawat.

Nah, mumpung pekan ini Anda kembali bertemu dengan momentum libur panjang, Baiknya isi waktu luang dengan melakukan treatment di klinik kecantikan. 

Ini karena perawatan kulit pascalebaran ini dapat membuat Anda kembali fresh dan siap kembali ke rutinitas sehari-hari. 

Tak perlu bingung, berikut tiga rekomendasi perawatan wajah pasca Lebaran dari Dokter Estetika Derma Express Bintaro dr Ingrid Julia, Sabtu (14/5/2022).

1.Botox 

Setelah banyak makan selama Lebaran, mungkin Anda mengalami kenaikan berat badan hingga pipi pun ikut mengembang alias chubby. 

Maka agar wajah kembali proporsional, Anda bisa melakukan botox di klinik kecantikan terdekat untuk meniruskan pipi. 

Penggunaan botox ini didasarkan pada kemampuannya untuk melumpuhkan otot-otot yang disuntik. Setelah otot pada wajah (otot masseter) disuntik dengan botox, otot tersebut akan lumpuh dan mengecil, sehingga menghasilkan garis rahang yang lebih tirus. 

Botox sendiri terdiri dari botox rahang dan botox dahi. Botox rahang bermanfaat untuk membantu mengecilkan otot rahang, membuat wajah jadi lebih tirus atau v shape. Hasilnya akan terlihat 4 minggu setelah tindakan. 

Sementara botox dahi bermanfaat untuk menghilangkan kerutan di area dahi dan sekitar mata. Hasil dari botox dahi biasanya terlihat 1 minggu – 2 minggu setelah tindakan.

Tapi, botox ini harus dilakukan di bawah perawatan dan pengawasan dokter yang berpengalaman. Jangan tergiur dengan harga yang terlalu murah. 

“Tak dipungkiri, setiap tindakan medis pasti ada resiko, nah itulah kenapa harus dilakukan oleh ahli atau dokter yang kredibel, untuk meminimalisir resiko,” ucap dr. Ingrid.

 

1
/
3