31 Provinsi di Indonesia Berstatus KLB Campak, IDAI Sebut Penularannya Lebih Cepat dari Covid-19

Icon CameraKevi Laras
Jumat 20 Januari 2023 11:49 WIB
31 Provinsi di Indonesia Berstatus KLB Campak, IDAI Sebut Penularannya Lebih Cepat dari Covid-19
Penularan campak lebih cepat dari Covid-19. (Foto: Freepik)

JAKARTA, celebrities.id – 31 Provinsi di Indonesia berstatus kejadian luar biasa (KLB) campak. Hal ini tentu tidak lepas dari pemenuhan gizi pada anak dan capaian imunisasi.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) mengatakan bahwa campak terjadi karena penularannya jauh lebih cepat, dibandingkan Covid-19

"Penyakit yang jauh lebih menular daripada Covid-19, penularan itu cuma tiga skalanya untuk Covid-19. Sementara campak itu bisa sampai 10 sampai 12 skalanya. Jadi penularannya bisa sampai empat kali lipat daripada Covid-19. Maka imunisasi campak harus di atas 90 persen, kalau di bawah  klb-nya sudah pada mulai muncul dan itu terjadi ya," kata dr. Piprim dalam Keterangan Pers Hari Gizi Nasional secara online, Jumat (20/1/2023)

Sehubungan dengan itu, dia mengingatkan bahwa dampak terberat dari campak bisa menimbulkan berbagai komplikasi pada kesehatan anak. Mulai dari gangguan otak hingga pneumonia, harus disadari oleh orangtua. 

Kejadian KLB pun menurutnya sudah diprediksi saat Covid-19 datang. Sebab dampak paska pandemi membuat capaian imunisasi di Indonesia turun drastic.

"Paska covid ini memang imunisasi ini turun drastis sehingga ini tidak pulih dan KLB campak di 31 provinsi di Indonesia. Itu sudah bisa kami prediksikan sebetulnya. IDAI di akhir 2021 sudah wanti-wanti bahwa pandemi cakupan imunisasi itu menurun drastis dan campak itu penyakit yang jauh lebih menular daripada daripada Covid-19," tuturnya.

Sebelumnya, dr. Siti Nadia Tarmizi Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa ada 3.341 kasus campak, berdasarkan data di 2022.

"Kasus 3.341 di laporkan di 223 kab kota dari 31 provinsi, maaf ini ada update jadi sudah 31 provinsi yang melaporkan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Editor : Tia Ayunita

Follow Berita Celebrities di Google News