4 Atlet Ini Mengidap Penyakit Langka, Lionel Messi Diselamatkan Barcelona

Andin Danaryati
Sabtu 13 November 2021 19:13 WIB
4 Atlet Ini Mengidap Penyakit Langka, Lionel Messi Diselamatkan Barcelona
Lionel Messi idap penyakit langka sejak anak-anak. (Foto: celebrities.id/Instagram)

JAKARTA, celebrities.id - Memiliki badan yang bugar, mental yang sehat dan postur ideal menjadi dambaan semua orang. Namun, ternyata, ada segelintir atlet yang kini sukses dulunya sempat mengidap penyakit langka.

Lionel Messi mungkin tak akan menjadi pesepak bola andal jika penyakitnya tak segera diobati. Megabintang dunia itu bahkan terancam bertubuh kerdil dan kekurangan gizi.

Selain Messi, tiga atlet ini juga mengidap penyakit langka yang berpotensi menghambat kariernya. Dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (14/11/2021), berikut ini ulasannya.

1. Samantha Scott

Atlet idap penyakit langka. (Foto: Instagram)
Atlet idap penyakit langka. (Foto: Instagram)

Seorang atlet dayung yang berasal dari Kansas, Amerika Serikat, meninggal karena terinfeksi bakteri langka. Dua minggu sebelum tanggal kematiannya, dia mengaku tidak enak badan.

Awalnya, gadis berusia 23 tahun ini didiagnosis menderita radang amandel. Namun, setelah diselidiki lebih lanjut, dia ternyata memiliki sindrom Lemierre.

Sindrom ini sangat langka sehingga dijuluki ‘penyakit yang terlupakan’. Penderita akan mengalami gejala mirip radang amandel, yaitu sakit tenggorokan, demam, dan pembengkakan vena jugularis di leher.

Sebetulnya, kondisi ini dapat diobati dengan antibiotik, tetapi karena gejala yang terlihat sepele, banyak diagnosis yang sering tertunda.

2. Aprilia Manganang

Atlet idap penyakit langka. (Foto: Instagram)
Atlet idap penyakit langka. (Foto: Instagram)

Seorang atlet timnas voli asal Indonesia bernama Aprilia Manganang diketahui menginap hypospadias serius. Penyakit langka yang diidapnya sejak lahir ini menyebabkannya seringkali dianggap perempuan, padahal dia adalah laki-laki.

Bahkan, paramedis yang membantu kelahirannya dulu sempat menilai bahwa dia adalah perempuan. Orang yang memiliki kelainan ini memiliki bukaan uretra yang ada di bagian penis tidak terletak di ujung, melainkan di bagian bawah penis.

Untungnya, kelainan ini tidak menyebabkan kesulitan dalam merawat bayi. Sebagian besar penderita kelainan ini didiagnosis segera setelah lahir.

 

1
/
2