4 Film Sejarah Indonesia Ini Dilarang Tayang, Nomor 3 Dibintangi Lola Amaria

Rizky Darmawan
Kamis 05 Mei 2022 21:52 WIB
4 Film Sejarah Indonesia Ini Dilarang Tayang, Nomor 3 Dibintangi Lola Amaria
Merdeka 17805 dibintangi oleh aktor Jepang dan Indonesia, satu di antaranya Lola Amaria. (Foto: IG @lola.amaria)

JAKARTA, celebrities.id - Indonesia merupakan negara yang memiliki sejarah panjang. Hal inilah yang membuat banyak produser dan sutradara tertarik untuk membuat film yang berkaitan dengan sejarah bangsa. 

Namun, untuk membuat film seperti ini haruslah mempertimbangkan berbagai aspek seperti perizinan dan juga harus sesuai dengan versi pemerintah. 

Film yang tidak sesuai dengan dasar-dasar yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia akan dilarang untuk tayang, baik di bioskop maupun stasiun televisi, karena dikhawatirkan bakal menimbulkan kontroversi, bahkan perpecahan antarkalangan. 

Berikut empat film sejarah Indonesia yang dilarang tayang oleh pemerintah sebagaimana dinukil dari berbagai sumber, Kamis (5/5/2022).

1. Pagar Kawat Berduri (1961)

Film ini bercerita tentang perjuangan para pejuang sebelum masa kemerdekaan Indonesia yang ditahan di penjara Belanda. Para pejuang ini nekat menyuarakan revolusi dari dalam penjara. Film ini mengisahkan Parman yang berusaha melarikan diri dari penjara dan berteman dengan Koenen, salah satu perwira Belanda yang berniat mencari informasi.

2. Max Havelaar (1976) 

Film besutan Fons Rademakers ini mengadaptasi kisah novel berjudul Max Havelaar yang dikarang oleh Eduard Douwes Dekker atau dikenal sebagai Multatuli. Sejak awal pembuatannya, Max Havelaar telah menimbulkan kontroversi hingga memakan waktu tiga tahun untuk proses penyelesaiannya. Sebelum dirilis, film ini juga sempat tertahan di Badan Sensor Film (BSF) selama 10 tahun. Begitu Max Havelaar bisa tayang selama beberapa hari pada 1976, film ini langsung dilarang pemutarannya oleh pemerintah Orde Baru.

3. Merdeka 17805 (2001)

Film ini dilarang tayang bukan karena jalan ceritanya, melainkan gara-gara menampilkan adegan yang tidak bisa diterima oleh masyarakat Indonesia. Adegan yang dimaksud memperlihatkan seorang wanita Jawa tua yang mencium kaki tentara Jepang sambil menceritakan salah satu bait dari Ramalan Jayabaya, tentang bangsa berkulit kuning yang akan membebaskan masyarakat Jawa dari penderitaan panjang. 

 

1
/
2