5 Gunung Suci di Jawa Timur, Jadi Referensi Kerajaan Dirikan Bangunan Bersejarah

Avirista Midaada
Selasa 13 September 2022 11:00 WIB
5 Gunung Suci di Jawa Timur, Jadi Referensi Kerajaan Dirikan Bangunan Bersejarah
5 Gunung suci di Jawa Timur, jadi referensi kerajaan dirikan bangunan bersejarah. (Foto: celebrities.id/Tangkapan Layar YouTube Andrea Ramadhan)

MALANG, celebrities.id - Lima gunung di Jawa Timur kerap menjadi titik sentral kerajaan mendirikan sebuah bangunan. Kelima gunung ini dianggap memiliki kesakralan dan dianggap tempat bermukimnya dewa-dewa.

Kesakralan gunung ini dijadikan patokan kerajaan zaman dahulu menentukan arah lokasi pembangunan kompleks permukiman, bangunan suci hingga istana kerajaan. 

Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, titik kosmos atau titik kesakralan menjadi istilah acuan dari masing-masing kerajaan besar di Jawa Timur, sebelum mendirikan bangunan hingga ibu kota. Titik ini semacam titik nol yang ditarik garis lurus ke suatu bangunan yang akan dibuat.

"Kosmos itu konsep spiritual kosmologi Mandala jadi titik sakral. Masing-masing kerajaan punya mandala atau titik kosmos sendiri-sendiri," kata Wicaksono, Selasa (13/9/2022).

Di Jawa Timur sendiri kata Wicak sapaan akrabnya, ada sejumlah gunung yang dianggap suci oleh kerajaan di Jawa Timur. Temuan ini didasari hasil kajian dari BPCB terhadap sejumlah bangunan budaya bersejarah peninggalan kerajaan, di mana ketika ditarik garis lurus biasanya bangunan itu menghadap ke gunung yang dianggap suci.

"Raja Airlangga menggunakan titik nol dari Gunung Walikukun di Tulungagung, titik nolnya di sana, jadi ke selatan menghadap bangunannya. Kerajaan Jenggala dan Panjalu menggunakan Kelud, kalau masa Kerajaan Kediri juga menghadap ke Kelud," ucapnya.

Beberapa peninggalan Kerajaan Kediri menghadap ke arah Gunung Kelud. Bangunan seperti Gua Selomangleng dan Candi Klotok di Kota Kediri, Situs Brumbung di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, hingga Candi Klotok yang diidentikkan peninggalan era Kediri, terindentifikasi menghadap ke Gunung Kelud.

"Kalau masa Kediri diambil Kelud, tinggalan beberapa kayak candi Penataran ke Kelud, yang terbaru kita ngambil Gua Selomangleng juga ke Kelud. Kalau yang di Sumberbeji mengarah ke Kelud," katanya.

"Candi-candi di daerah Kediri juga mengarah ke Kelud, yang saya tangani Petirtaan Geneng, Situs Brumbung, itu juga mengarah ke Kelud. Jadi mungkin pada masa era Kedirian, Kelud menjadi arah kosmis pusat sakral," tuturnya.

 

1
/
2