5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Transmisi Mobil Matic Cepat Rusak

Bertold Ananda
Selasa 06 Juli 2021 16:20 WIB
5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Transmisi Mobil Matic Cepat Rusak
5 kebiasaan buruk yang harus dihindari supaya transmisi otomatis tetap awet dan terjaga. (Foto: Freepik.com)

JAKARTA, celebrities.id – Transmisi pada mobil otomatis memiliki kerentanan dalam penggunaannya. Betapa tidak, tanpa perawatan yang intens, bagian transmisi akan mudah rusak. Bila sudah rusak, biaya perbaikanya terbilang besar. 

Dirangkum melalui berbagai sumber, Selasaa (6/7/2021) berikut ini 5 kebiasaan buruk yang harus dihindari supaya transmisi otomatis tetap awet dan terjaga.
 
1. Melewati turunan dengan memindahkan transmisi posisi N (Netral)

Kebanyakan orang melakukan hal ini dengan alasan untuk menghemat bahan bakar mobil. Hal tersebut merupakan salah besar. Pasalnya jika Anda memindahkan transmisi otomatis keposisi D maka sistem saluran injektor dengan sendirinya mememotong bahan bakar ke mesin Anda. 

Jadi tidak ada gunanya Anda memindahkan ke posisi N pada saat melewati turunan, bahkan berbahaya karena mobil dapat meluncur dengan mudah tanpa kendali mesin dan transmisi.
 
2. Melakukan perpindahan dari posisi N ke D dengan menginjak gas

Hal ini sangat dihindari pada mobil bertransmisi otomatis. Kebiasaan buruk ini dilakukan oleh masyarakat yang sedang telat dan buru-buru. 

 

Selain dapat membahayakan pengendara lain ternyata ini merupakan cara tercepat untuk membuat pita dalam transmisi mobil Anda cepat aus dan rusak. Butuh biaya yang mahal untuk mengganti komponen tersebut.
 
3.  Memindahkan gigi sebelum mobil benar-benar berhenti

Ini juga termasuk kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh sebagian orang. Alih-alih dengan alasan terburu-buru membuat perpindahan gigi misalnya dari posisi D ke R dilakukan dalam kendaraan masih berjalan. 

Hal tersebut sebaiknya hindari, pastikan memindahkan gigi dalam posisi mobil benar-benar berhenti. Jika kebiasaan buruk itu dilakukan terus menerus maka dapat membuat komponen gear pada transmisi mobil cepat rontok dan mengalami keusan. Memperbaikinya juga menghabiskan biaya yang mahal.
 
4. Menempatkan posisi D pada saat kondisi lampu merah dalam waktu lama

Hal ini juga tidak disarankan dan masuk dalam kebiasaan buruk pengguna mobil transmisi otomatis. Hal tersebut dapat membuat transmisi otomatis menjadi stres karena gear transmisi terus berputar dan memberi sinyal bahwa posisi mobil masih berjalan, sementara kendaraan berhenti karena Anda menginjak rem. 

Jika itu dilakukan terus menerus maka  yang terjadi kopling matic serta gear transmisi menjadi aus bahkan habis.  
 
5. Pindah ke posisi P saat kondisi belum berhenti total

Ini juga sebaiknya dihindari. Hal itu dapat menyebabkan pin pengunci pada sistem transmisi akan rusak bahkan patah. Pastikan untuk menggunakan transmisi mobil matic dengan benar dan hati-hati.

Editor : Andre Purwanto