53 Wilayah Indonesia Berstatus KLB, Kenali 3 Fase Campak

Icon CameraKevi Laras
Kamis 19 Januari 2023 17:31 WIB
53 Wilayah Indonesia Berstatus KLB, Kenali 3 Fase Campak
53 Wilayah Indonesia Berstatus KLB, Kenali 3 Fase Campak. (Foto:celebrities.id/ Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Kasus campak yang melanda Indonesia tengah menjadi sorotan. Pasalnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sudah ada 53 wilayah atau daerah yang berstatus kejadian luar biasa (KLB).

Ketua Unit Kerja Koordinasi Penyakit Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Anggraini Alam, SpA(K) campak terjadi akibat kurangnya cakupan imunisasi Campak. Sementara, KLB terjadi karena jumlah kasus yang bisa saja tiba-tiba meningkat.

"Saat ini sudah ada 53 (daerah/wilayah berstatus) KLB campak di 34 kabupaten kota di 12 provinsi data 18 Januari dari Siti Nadia Tarmizi, Kepala Biro Komunikasi di Kemenkes. Suatu penyakit yang faktor risikonya itu satu-satunya karena nggak vaksin," ujar dr Anggraini dalam Media Briefing terkait KLB Campak Secara online, Kamis (19/1/2023).

"Apa sih yang disebut KLB campak? Kejadian luar biasa yang tadinya nggak ada campak, jadi ada atau ada terus melonjak jadi dua kali lipat, itu kita namakan KLB," katanya.

Dalam paparannya, campak terbagi tiga fase yaitu berawal muncul gejala berupa demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash) disertai dengan batuk, atau pilek. Kemudian, orang tersebut akan mengalami mata merah dan terjadi ruam merah-merah di bagian tubuh. Ruam pun menjalar, umumnya berawal dari belakang telinga. Lalu merembet ke bagian tubuh lainnya seperti tangan dan kaki.

"Kalau memang dilihat kulitnya muncullah ruam setelah demam Dia mempunyai tiga fase mulai dari ada gejalanya ada demam atau gejala khas 3C yaitu campak ada flu, pilek, atau mata merah dan adanya batuk-batuk. Kemudian ada fase erupsi atau ruam merah," kata dr Anggraini dalam Media Briefing terkait KLB Campak.

"Mungkin gejala ruamnya itu bisa terlihat di belakang telinga atau batas kulit dan rambut di mana ruang pertama akan dialami dari bagian wajah lalu muncul ke lengan dan muncul kemudian ke Batang tubuh lainnya," tuturnya.

Sebelum, KLB Campak pernah terjadi di Asmat pada 2018 lalu. Di mana kondisinya beriringan dengan keadaan gizi buruk juga di sana.

"Sejak September 2017 – 23 Januari 2018 RSUD Agast dan Tim Kesehatan baik dari Provinsi dan Kabupaten telah menangani 646 kasus Campak, 144 Gizbur, 4 kasus Campak dan Gizi Buruk dan 25 suspek Campak," tulis keterangan dalam Sehat Negeriku laman Kemenkes.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra

Follow Berita Celebrities di Google News