7 Masalah yang Jadi Perusak Hubungan dengan Pasangan

Kevin Koopman
Jumat 03 September 2021 01:32 WIB
7 Masalah yang Jadi Perusak Hubungan dengan Pasangan
Banyak pasangan memilih berpisah karena sudah tidak nyaman hidup bersama. (Foto: Freepik.com/Ilustrasi)

LONDON, celebrities.id - Menjalin hubungan dengan pasangan butuh seni berkomunikasi disertai komitmen tinggi. Namun, tak bisa dipungkiri, masalah ada saja mendera setiap pasangan.

Seorang pakar hubungan Dt. Pam Spurr mengungkapkan tentang seberapa banyak pasangan yang akhirnya tidak bersama lagi, dan apa yang bisa dilakukan untuk mempertahankan hubungan tersebut. Simak masalah yang diidentifikasi sebagai bumerang dalam hubungan dengan pasangan, seperti dikutip dari mirror.co.uk.

1. Terjebak dalam tanggung jawab menjadi orangtua

Memiliki anak tentu sebuah kebahagiaan. Ketika fase tumbuh kembang mereka mendapat perhatian dari pasangan orangtua, sebaiknya dijalankan sesuai kodratnya dan tak perlu terlalu ideal. Lantaran ada pasangan hidup kita yang juga membutuhka perhatian ekstra.

 “Masalah yang sebenarnya berawal saat kamu menemukan salah satu dari kalian adalah 'fun dad' atau 'fun mom' dan yang lainnya memutuskan untuk lebih melepaskan saja,” ujar Spurr.

Menjadi seseorang yang secara terus-menerus mengurus anaknya dengan baik, mengantarkannya tidur tepat waktu, dan membantu tugas dari sekolahnya, hal ini bisa berujung merusak hubungan.

2. Masalah Keuangan

Apakah kamu dan pasanganmu boros? Atau mungkin kalian memiliki prioritas yang berbeda ketika akan menggunakan uang bersama.

Pakar hubungan, Mandy Mee mengatakan jika pasangan tidak sepemikiran dalam menggunakan uang, maka hal ini bisa menimbulkan efek jangka panjang pada hubungan. Uang bisa saja tidak menjadi masalah dalam tahap awal suatu hubungan, tetapi jika lebih jauh lagi seperti ketika membeli properti, berinvestasi untuk tujuan karier, atau perencanaan dalam keluarga, perselisihan dalam keuangan bisa membuat hilangnya rasa saling percaya serta menyebabkan perpisahan.

“Jika pasanganmu memiliki kemampuan lebih dalam mengatur uang, maka persilakan dia untuk melakukannya atau belajar bagaimana cara menyusun anggaran dan menggunakannya dengan bijak,” ujar Mee.

3. Hubungan seks yang hambar

Setelah berada di dalam suatu hubungan selama beberapa tahun, daya pikat seks pasti berkurang. Hal ini juga bisa menandai fase hubungan yang tidak baik.
 
"Ketika hubungan seks berhenti, tekanan terbentuk. Kamu akan merasa dirimu menjadi terganggu satu sama lain bahkan dengan hal-hal kecil seperti melakukan pekerjaan rumah hingga saat pasanganmu mengunyah makanan," kata Mee.

Penyebabnya yaitu oksitosin atau hormon percintaan yang muncul setiap melakukan sentuhan satu sama lain mulai berkurang. Hormon tersebut bisa meningkatkan rasa saling percaya dan cinta, juga untuk mencegah kemungkinan dalam melakukan perselisihan.

Solusinya dengan membangun hubungan seks secara bertahap. Dimulai dengan bergandengan tangan, kemudian berciuman, saling memijat, foreplay hingga muncul gairah.

 

1
/
2