7 Peninggalan Menakjubkan di Kelenteng Sam Poo Kong, Destinasi Bersejarah di Semarang

Taufik Budi
Rabu 10 Maret 2021 16:26 WIB
Patung Laksamana Cheng Ho di Kelenteng Sam Poo Kong (Foto: Devi/Okezone)

SEMARANG, celebrities.id –Tidak lengkap rasanya jalan-jalan ke Semarang, Jawa Tengah, tanpa mampir ke Kelenteng Sam Poo Kong. Berfoto ala Shanghai hingga wisata kuliner tradisional di kompleks kelenteng dapat dijajal sebagai kenangan bersejarah di kota pesisir ini.

Kelenteng Sam Poo Kong berlokasi di sebelah barat daya Kota Semarang atau ditempuh perjalanan sekira 10 menit dari pusat kota. Lantaran mudah dijangkau, tak ayal banyak turis dari berbagai daerah dipastikan mampir.

Dari kejauhan, bangunan megah dengan dominasi warna merah menjadi pemandangan pertama ketika memasuki halaman luas yang digunakan sebagai area parkir. Meski tertutup oleh pagar dan bangunan loket masuk, namun atap bangunan berdesain Tionghoa tampak menjulang.

Meski tak banyak, sejumlah wisatawan tampak mengantre masuk. Tiket masuk bisa dibeli dengan tunai maupun menggunakan jaringan online. Untuk mengakses semua area kelenteng, pengunjung dikenakan tiket Rp20 ribu untuk dewasa, sedangkan anak-anak dibanderol Rp10 ribu.

Protokol kesehatan diterapkan secara ketat, mulai dari pintu masuk. Seorang petugas berdiri mengawasi setiap pengunjung untuk memastikan cuci tangan dan dicek suhu tubuh. Antarpengunjung selalu berjarak, terlebih bila dari rombongan berbeda.

Hampir semua kawasan yang diakses wisatawan berupa area terbuka. Wisatawan bisa menyusuri jalan-jalan menuju ke kelenteng. Terdapat empat kelenteng yang bisa dikunjungi, yakni Kelenteng Dewa Bumi, Kelenteng Juru Mudi, Kelenteng Sam Poo Tay Djien, dan Kelenteng Kiai Jangkar.

Masyarakat sekitar menyebut kelenteng ini sebagai 
Gedung Batu. Bentuknya mirip bangunan gua besar yang berada di sebuah bukit batu. Patung Laksamana Cheng Ho berdiri gagah di halaman kelenteng. Kawasan ini tak lepas dari sejarah ekspedisi pelayaran Cheng Ho yang diutus Kaisar China.

Meskipun Laksamana Cheng Ho adalah seorang Muslim, tetapi masyarakat keturunan Tionghoa menganggapnya sebagai dewa. Sebab, penganut agama Konghucu atau Taoisme menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan kepada mereka.

Berikut hal bersejarah yang dihimpun selama perjalanan wisata di awal 2021 berdasarkan informasi dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Tengah.

1. Terdampar di Jawa karena sakit

Ekspedisi pelayaran Laksamana Cheng Ho ke Nusantara terhambat karena sejumlah awak kapal menderita sakit. Bahkan, juru mudi atau nakhoda kapal turut sakit hingga Cheng Ho memutuskan untuk menepi dan singgah di pesisir utara Pulau Jawa. Tibalah mereka di area Simongan yang kemudian dieja seperti kalimat berbahasa Mandarin, Sam Poo Kong.

 

1
/
3