Abrasi Pantai Amurang Bukan akibat Cuaca Ekstrem atau Gempa Bumi, Ini Penjelasan BMKG

Binti Mufarida
Senin 20 Juni 2022 17:04 WIB
Abrasi Pantai Amurang Bukan akibat Cuaca Ekstrem atau Gempa Bumi, Ini Penjelasan BMKG
BMKG menegaskan bahwa abrasi di Pantai Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, bukan karena cuaca ekstrem, iklim, atau pun aktivitas kegempaan. (Foto: MPI/Binti Mufarida)

JAKARTA, celebrities.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa abrasi di Pantai Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, bukan karena cuaca ekstrem, iklim, atau pun aktivitas kegempaan.

Analisis Tim BMKG menyebut bahwa penyebab bencana tersebut adalah faktor lain.

“Bencana yang terjadi di Pantai Amurang itu bukan karena cuaca ekstrem, iklim ekstrem, atau aktivitas kegempaan. Namun disebabkan oleh faktor yang lain,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangan resmi, Senin (20/6/2022).

Sementara, Guswanto mengatakan terkait jembatan ambrol dan amblasnya sejumlah rumah di area Pantai Amurang akan dilakukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan berbagai pakar dan kementerian atau lembaga terkait.

Dia merinci, pada saat terjadinya bencana tersebut berlangsung pada 14 Juni, curah hujan tercatat pada angka 5 mm di UPTD Tumpaan dan 3 mm di Amurang Timur dalam Kategori Hujan Ringan yang diperkuat data citra radar cuaca dan satelit cuaca pukul 13.30-14.00 WITA.

Kemudian, dari sisi kegempaan tidak ada aktivitas gempa bumi di sekitar Pantai Amurang memicu terjadinya bencana ambruknya jembatan dan amblasnya beberapa rumah.

Sementara, dari aspek tinggi gelombang tergolong kategori rendah yaitu berdasarkan Prakiraan tinggi Gelombang oleh BMKG tanggal 14 Juni  2022 sekitar 0,75 m.

 

1
/
2