Aleix Espargaro Menyesal Pernah Kritik Keras Marc Marquez, Ini Alasannya

Muammar Yahya Herdana
Sabtu 23 Juli 2022 16:47 WIB
Aleix Espargaro Menyesal Pernah Kritik Keras Marc Marquez, Ini Alasannya
Aleix Espargaro menyesal pernah kritik keras Marc Marquez. (celebrities.id/Reuters)

NOALE, celebrities.id - Pembalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro, sempat melontarkan kritik keras kepada rider Repsol Honda pada MotoGP Jerez 2022. 

Kini Aleix pun merasa menyesal telah merasa kesal kepada juara dunia delapan kali tersebut.

Saat itu, Alex merasa kesal karena Marc terus membuntutinya selama latihan bebas 2 (FP2) untuk mendapatkan keuntungan. Selain itu, Aleix merasa hal tersebut membuat ritme untuk menjadi yang tercepat terganggu.

Akhirnya, Aleix pun tidak bisa menutupi kekesalannya dan memberikan kritik keras kepada Marc. Bagi pembalap berusia 32 tahun itu, Marc memang memiliki untuk membuntuti pembalap lain untuk kepentingannya sendiri.

“Ini bukan hal baru, dan memang benar Marc sudah punya kebiasaan untuk berhenti dan menunggu seseorang untuk diikuti. Hal ini terjadi lebih dari setahun hingga sekarang,” ujar Aleix Espargaro saat itu.

Aleix pun mengaku bahwa dirinya tidak bisa menahan untuk mengeluarkan segala keluh kesahnya di setiap kesempatan. Namun dirinya kini menyadari bahwa memberikan kritik yang terlalu keras kepada Marc merupakan kesalahan.

“Jika saya tidak mengungkapkan apa yang saya rasakan, saya tidak baik dengan diri saya sendiri. Saya bukan orang munafik, jadi saya perlu mengatakan apa yang saya rasakan,” tutur Aleix dilansir dari Motosan, Sabtu (23/7/2022).

“Terkadang itu adalah kesalahan. Ketika saya menyalahkan Marc Márquez atas apa yang dia lakukan, itu adalah kesalahan,” kata kakak dari Pol Espargaro tersebut.

Bahkan Aleix mengakui bahwa dirinya juga pernah melakukan hal yang serupa selama karier membalapnya. Aleix pun dirinya saat itu memang cukup emosi dengan hal yang dilakukan Marc kepadanya.

“Saya melakukan berkali-kali di masa lalu lebih dari dia, 10.000 kali lebih banyak dari dia, tetapi pada saat itu, pada saat itu, saya merasa bahwa saya harus mengatakan itu, dan saya mengatakannya,” ucapnya.

Editor : Simon Iqbal Fahlevi