Anak Dono Warkop DKI Sebut Warkopi Tidak Beretika: Menyakiti Hati Kami

Ayuningtyas Notomihardjo
Selasa 21 September 2021 17:45 WIB
Anak Dono Warkop DKI Sebut Warkopi Tidak Beretika: Menyakiti Hati Kami
Personel Warkopi meniru Warkop DKI. (Foto: celebrities.id/Instagram)

JAKARTA, celebrities.id - Satrio, anak dari almarhum Wahyu Sardono alias Dono, menilai Warkopi yang menjiplak Warkop DKI tidak beretika. Pasalnya, mereka tidak izin dari pihak manajemen terkait.

Komedian Indro juga sudah melayangkan protes keras atas tiga karakter yang mengikuti gaya Warkop DKI itu. Dia menegaskan tindakan tersebut tidak memiliki etika.

"Kemudian ada pihak manajemen yang memanfaatkan tiga karakter ini untuk dikomersilkan tanpa sepengetahuan dan izin dari Om Indro dan anak-anaknya, itu bagi saya perbuatan tidak beretika. Kalau ujug-ujug dikomersilkan rasanya tidak sebanding dengan perjuangan ayah saya yang sudah jerih payah sampai ke tahap itu," kata Satrio kepada wartawan secara virtual, Selasa (21/9/2021).

"Karena saya pribadi belajar dari Warkop DKI lebih menghargai proses dari pada hasil. Pihak manajemen secara nggak langsung mencederai perjuangan ayah-ayah kami dan juga menyakiti hati kami," ujar Satrio lagi.

Tiga orang yang menjadi viral karena mirip dengan anggota Warkop DKI ini adalah Sepriadi Chaniago seperti Dono, Alfred mengarah Kasino, dan Alfin jelas mirip seperti Indro.

Kendati begitu, Satrio tetap membela perjuangan Warkop DKI tidak ada yang instan. Satrio juga menuturkan jika perjalanan Warkop DKI untuk bertahan tidaklah mudah.

“Karena saya melihat perjuangan bapak saya Dono, Om Kasino, dan Om Indro nggak dilalui dengan instan. Mereka itu jatuh bangun mempertahankan Warkop DKI,” tutur Satrio.

Bukan hanya itu, Indro sebagai salah satu pelawak Warkop DKI sangatlah sepi. Satrio menyebutkan bahwa pria yang akrab disapa Om Indro pun masih bertahan dengan bebdera Warkop DKI.

"Bahkan sampai sekarang Om Indro masih konsisten di usianya yang nggak lagi muda membawa bendera Warkop," kata Satrio.

"Mereka terbang dari persahabatan yang bagi saya nggak ternilai. Bahkan yang bisa memisahkan mereka ya cuma maut," ujarnya.

Editor : Dhita Seftiawan