Aneh! Hotel Megah di Korea Utara Ini Tak Pernah Punya Tamu sejak Dibangun 

Wilda Fajriah
Selasa 18 Januari 2022 17:52 WIB
Aneh! Hotel Megah di Korea Utara Ini Tak Pernah Punya Tamu sejak Dibangun 
Hotel bernama Ryugyong yang terletak di Pyongyang Ibukota Korea Utara ini adalah hotel paling sepi di dunia. (Foto: Uri Tours)

JAKARTA, celebrities.id - Mendengar kata hotel, maka yang terlintas di benak adalah tempat menginap dengan beragam fasilitas yang bisa memanjakan para tamu. Akan tetapi, pernyataan itu sepertinya sangat tidak cocok untuk hotel yang satu ini.

Bagaimana tidak, hotel bernama Ryugyong yang terletak di Pyongyang Ibukota Korea Utara ini adalah hotel paling sepi di dunia. Jika dilihat dari bentuk bangunannya, rasanya terlihat normal dan bagus. Jelas saja, hotel bernuansa biru ini memiliki bentuk menyerupai piramida yang cantik.

Tinggi bangunan hotel ini adalah 330 meter yang terbagi menjadi 105 lantai. Kabarnya, hotel ini memiliki 3 ribu kamar. Enggak cuma menyediakan kamar tamu, kabarnya hotel ini juga direncanakan punya fasilitas klub malam, arena bowling, dan lima restoran bertaraf internasional.

Tetapi, kenyataannya hotel ini malah menjadi bangunan misterius. Hal itu terjadi karena sejak dibangun pada 1987 hotel ini tidak pernah memiliki tamu. Korea Utara sebagai salah satu negara komunis yang tidak mengizinkan wisatawan asing bebas berlibur ke negaranya malah membangun hotel mewah.

Jika melihat kilas balik, ternyata hotel Ryugyong lahir dari perang dingin antara Korea Selatan yang saat itu didukung Amerika Serikat dan Korea Utara yang didukung Uni Soviet. Korea Utara ikut berencana melakukan pembangunan ketika Korea Selatan berpartisipasi dalam proses pembangunan Swissotel The Stamford, hotel terbesar di dunia yang dibangun di Singapura pada 1980an.

Korea Utara terlihat berencana mencuri record sebagai pemilik hotel terbesar di dunia. Saat itu Korea Selatan juga sedang bersiap-siap menjadi tuan rumah olimpiade musim panas 1988. Korea Utara pun merasa terluka. Mereka tidak mau kalah popularitas dan ikut menyelenggarakan festival pemuda dan pelajar dunia pada 1989.

 

1
/
2