Angka Kematian Anak akibat Pneumonia Cukup Tinggi, Kemenkes Dorong Imunisasi PCV Nasional

Icon CameraKevi Laras
Kamis 15 September 2022 09:41 WIB
Angka Kematian Anak akibat Pneumonia Cukup Tinggi, Kemenkes Dorong Imunisasi PCV Nasional
Angka kematian anak akibat pneumonia cukup tinggi. (Foto: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Angka kematian anak akibat pneumonia di dunia mencapai 14,5 persen pada bayi dan 5 persen kematian balita setiap tahunnya. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dia menilai itu bisa dicegah. 

Sebagaimana organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan program imunisasi rutin bagi anak di seluruh dunia. Dengan itu pemerintah melalui Kementerian Kesehatan buat program imunisasi nasional PCV. 

"Kementerian Kesehatan meluncurkan secara nasional Imunisasi PCV. Pemberian vaksinasi PCV ini sangat penting karena telah terbukti mampu menurunkan pneumonia secara drastis. Karena, pneumonia ini bisa menyebabkan kematian pada anak dan balita. Oleh karena itu, dengan tekad bulat mulai tahun 2022 imunisasi PCV akan kita lakukan di seluruh Indonesia,” kata Menkes Budi dalam Sehat Negeriku laman resmi Kemenkes, Kamis (15/9/2022) 

Pemberian imunisasi PCV sangat penting bagi anak-anak Indonesia, dikatakan Budi. Sebagaimana manfaat dari imunisasi PCV, bisa menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat pneumonia, juga dapat mencegah anak terkena Stunting. 

Kendati demikian, Perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Maniza Zaman mendukung penuh komitmen Indonesia dalam menetapkan imunisasi PCV sebagai imunisasi rutin. Yang mana melanjutkan perluasan wilayah cakupan imunisasi PCV merupakan awal baik untuk mencegah anak dari bahaya pneumonia. 

"Perluasan imunisasi pneumokokus konyugasi (PCV) secara nasional merupakan langkah penyelamatan jiwa yang sangat penting bagi anak-anak di Indonesia,” kata Maniza Zaman, Perwakilan UNICEF untuk Indonesia 

Sekadar informasi, vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) digunakan untuk melindungi anak dan balita, dari penyakit berbahaya termasuk pneumonia atau radang paru.

Editor : Tia Ayunita