Apakah Vaksinasi Booster Dapat Hindari Varian Kraken? Begini Penjelasan Satgas Covid-19

Icon CameraKevi Laras
Rabu 25 Januari 2023 23:06 WIB
Apakah Vaksinasi Booster Dapat Hindari Varian Kraken? Begini Penjelasan Satgas Covid-19
Apakah Vaksinasi Booster Dapat Hindari Varian Kraken? Begini Penjelasan Satgas Covid-19. (Foto: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Varian baru Covid-19 bernama Kraken menarik perhatian masyarakat dunia. Varian ini disebut lebih menular dibandingkan dengan varian virus sebelumnya.

Indonesia sendiri saat ini tengah berupaya menangani kasus Covid-19 yang mulai mereda. Salah satunya dengan menggenjot vaksinasi booster kepada masyarakat. Namun, apakah vaksinasi Covid-19 ini dapat menghindari infeksi varian Kraken?

MenurutĀ  Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) bahwa vaksin booster ke-2 tidak lagi menghindari seseorang dari infeksi varian Covid-19 apapun. Booster menjadi salah satu upaya seseorang untuk melindungi diri dari kegawatdaruratan atau kondisi parah, bila terinfeksi Covid-19.

"Jadi tadi dikatakan bahwa booster ini tujuannya mencegah jangan sampai kalau tertular menjadi berat. Jadi tidak 100 persen bisa dikatakan booster ini bisa mencegah orang tidak jadi sakit," kata dr Erlina dalam Media Briefing secara online, Rabu (25/1/2023).

Kendatinya, perlindungan dari keparahan Covid menurutnya tidak hanya dengan booster. Namun, juga diimbangi mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

"Vaksinasi bukan satu-satunya jadi tetap protokol kesehatan, meningkatkan sistem imun karena sesungguhnya, ini adalah penurunan keseimbangan dan sistem imun dan keganasan virus," tuturnya.

Melansir dari Neuronews, Rabu (25/1/2023), jika istilah Kraken ibarat monster laut yang legendaris. Kraken secara resmi disebut XBB.1.5 dan merupakan hasil penggabungan fragmen dari dua varian berbeda yang disebut subvarian rekombinan.

Penemuan varian Kraken, diperkirakan berasal antara November dan Desember 2022 di atau sekitar negara bagian New York di AS. Kraken ini, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, dianggap berada di balik peningkatan infeksi di seluruh negeri, yang diperkirakan menjadi penyebab 41 persen kasus Covid-19 saat ini.

"Dua strain yang berbeda dari BA.2 Omicron telah berkumpul bersama untuk menciptakan ini," kata Sheena Cruickshank, seorang profesor di Lydia Becker Institute of Immunology and Inflammation di University of Manchester.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra

Follow Berita Celebrities di Google News