Army BTS Perang Cuitan di Media Sosial, Wagub DKI Ahmad Riza Bilang Begini

Muhammad Refi Sandi
Sabtu 13 November 2021 13:13 WIB
Army BTS Perang Cuitan di Media Sosial, Wagub DKI Ahmad Riza Bilang Begini
Army BTS Perang Cuitan di Media Sosial, Wagub DKI Ahmad Riza Bilang Begini. (Foto: MPI/Kevi Laras)

JAKARTA, celebrities.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria alias Ariza merespons keributan antara fans grup musik asal Korea Selatan BTS atau Army dengan netizen di kolom komentar media sosial.

Dalam perang cuitan itu netizen banyak yang meragukan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang akan mengundang BTS saat pembukaan Jakarta Internasional Stadium (JIS). Ariza pun turun tangan berusaha melerai perang cuitan di kolom komentar tersebut.

"Saya cek di kolom komentar, saya mengajak mari kita saling hormati selera musik kita masing-masing. Ada jazz, keroncong, punk, pop, dangdut, K-pop, ska," tulis Ariza pada laman Instagram @arizapatria dikutip, Sabtu (13/11/2021).

Ariza beranggapan bahwa Pemprov DKI memang berencana mengundang BTS saat Jakarta International Stadium atau JIS telah rampung nanti. Namun, saat ini pihaknya sedang dalam penjajakan dengan manajemen grup musik asal Korea Selatan itu.

Ariza meminta kepada masyarakat yang tidak setuju dengan BTS karena perbedaan selera musik untuk tidak tetap mengatakan hal buruk.

"Mari kita saling hormati selera musik masing-masing. Berbeda yes, bermusuhan no," tulisnya.

Lebih lanjut, Ariza memaparkan bahwa rencana konser tersebut menunjukkan bahwa JIS tidak hanya untuk kegiatan olahraga saja. Sebab, berbagai kegiatan seni dan budaya pun dapat digelar di Stadion yang berlokasi di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara itu.

Meski demikian Ariza mengaku belum dapat menjelaskan secara rinci perihal teknis rencana konser BTS di Ibu Kota. Mengingat pandemi Covid-19 belum jelas kapan akan selesai.

“Itu kan masih lama, masih tahun 2022. Nanti tergantung situasi dan kondisi pandemi ke depan. Tentu harapan kita pandemi sudah selesai, ya," tulis Ariza.

Editor : Simon Iqbal Fahlevi