Arti Hari Kemenangan Rusia 9 Mei, Menandai Pengorbanan Rakyat Rusia

Iqbal Widiarko
Selasa 10 Mei 2022 14:55 WIB
Arti Hari Kemenangan Rusia 9 Mei, Menandai Pengorbanan Rakyat Rusia
Arti hari kemenangan Rusia 9 Mei menandai pengorbanan besar yang dilakukan rakyat Rusia dalam perang melawan Nazisme. (Foto: celebrities.id/Pixabay)

JAKARTA, celebrities.id - Arti hari kemenangan Rusia 9 Mei berhubungan langsung dengan peristiwa perang dunia kedua yang merupakan konflik bersenjata terbesar di dunia hingga saat ini. Peristiwa itu dimulai dengan invasi ke Polandia pada September 1939 dan berakhir pada 1945.

Jutaan orang tewas dan lainnya mengungsi dari rumah mereka ke seluruh dunia saat terjadinya perang dunia kala itu. Namun sekilas, persiapan perayaan Hari Kemenangan pada Perang Dunia II sekaligus kekalahan Nazi Jerman yang diselenggarakan pada Senin 9 Mei tampak sama seperti sebelumnya.

Sebenarnya suasana kali ini sangat berbeda, karena pasukan Rusia kembali terlibat dalam pertempuran dengan negara pecahan Uni Soviet dan sebagian tewas di medan tempur. Pertempuran kali ini yang sudah memasuki bulan keempat, terjadi di negara tetangga Rusia, Ukraina.

Dilansir dari berbagai sumber, celebrities.id, Selasa (10/5/2022) telah merangkum arti hari kemenangan Rusia 9 Mei, sebagai berikut.

Arti Hari Kemenangan Rusia 9 Mei

Victory Day atau Hari Kemenangan menandai pengorbanan besar yang dilakukan rakyat Rusia dan negara-negara lain di Uni Soviet dalam perang melawan Nazisme saat perang dunia kala itu. Sebenarnya tanggal peringatan Hari Kemenangan jatuh pada 8 Mei 1945. Komandan pasukan Jerman yang tersisa menyerah kepada Tentara Uni Soviet. Namun, karena perbedaan waktu antara Berlin dan Moskow, di Rusia peristiwa tersebut terjadi pada 9 Mei.

Peringatan Hari Kemenangan ini dilatarbelakangi jauh hari sebelum peristiwa 8 Mei 1945. Pada 22 Juni 1941, tentara Jerman memulai invasinya ke Uni Soviet. Invasi itu diberi nama Operasi Barbarossa. Penguasa Uni Soviet kala itu, Joseph Stalin tak mengira Jerman bakal menyerang wilayahnya. Pasalnya, pada 1939 Uni Soviet turut membantu Nazi dalam invasi ke Polandia.

Stalin menyangka kesepakatannya dengan pimpinan Nazi, Adolf Hitler akan melindungi wilayahnya. Bahkan dia tak mengindahkan peringatan diplomat asing atau agennya sendiri.

 

1
/
2