Asal-usul Lenong Betawi yang Tak Pernah Pudar, Hadir sejak Abad ke-19

Melati Pratiwi
Selasa 21 Juni 2022 14:39 WIB
Asal-usul Lenong Betawi yang Tak Pernah Pudar, Hadir sejak Abad ke-19
Ketenaran Lenong Betawi tak pernah hilang meski telah memasuki era digital. (Foto: Okezone)

JAKARTA, celebrities.id - Tak terasa usia Jakarta sudah menyentuh 495 tahun. Memang sudah terlampau tua, namun budaya Betawi yang ada di Jakarta seolah tidak pernah luntur, meski zaman semakin maju.

Salah satu yang tetap bertahan di tengah perkembangan era modern adalah Lenong Betawi. Istilah Lenong pasti sudah sangat familiar di telinga masyarakat Jakarta.

Seni teater dengan menggunakan dialek khas Betawi ini mampu menjadi hiburan yang tak pernah membosankan. Menurut Engkar Karmilasari, pemimpin grup kesenian Betawi Sinar Norray sekaligus putri mendiang Mpok Nori, Lenong identik dengan dua unsur.

"Diiringi gambang keromong dengan bodoran (lawakan), jadi namanya ngelenong," ujar Engkar Nori, Selasa (21/6/2022).

Awal Mula Lenong

Lenong sendiri sudah ada sejak akhir abad ke-19. Awalnya, pertunjukan lenong dilakukan dengan cara mengamen dari satu kampung ke kampung lain.

Tak ada atap atau pun panggung megah, dahulu lenong dipertontonkan di ruang terbuka. Tapi semua itu berubah di masa awal kemerdaan Indonesia. Teater khas Betawi ini dibawa ke panggung dan menjadi tontonan rakyat.

Pada 1970an, Taman Ismail Marzuki rutin menggelar pertunjukan lenong. Engkar mengatakan, dahulu Lenong memiliki durasi waktu yang sangat lama. Bayangkan saja, satu pertunjukan Lenong bisa digelar semalam suntuk.

"Dulu kalau kita manggung di Lenong dari abis shalat isya sampai jam tiga atau setengah empat pagi baru berhenti," ujar Engkar Nori.

Selama satu malam itu, cerita yang dibawakan sebenarnya hanya satu. Namun, ada hiburan lain seperti misalnya saja musik instrumental dan lagu-lagu gambang keromong.

"Nah jam 10 baru dimulai cerita," ujarnya.

Sekarang, Lenong tidak lagi dihelat hingga menjelang subuh. Cukup dua hingga tiga jam saja pertunjukan Lenong dipertontonkan.

Β 

1
/
2