Asyik! Ada Kerupuk Merah Putih, Ramaikan Perayaan Kemerdekaan Indonesia

Erfan Erlin
Jumat 05 Agustus 2022 09:26 WIB
Asyik! Ada Kerupuk Merah Putih, Ramaikan Perayaan Kemerdekaan Indonesia
Pembuat Kerupuk Merah Putih, ramaikan Kemerdekaan Indonesia. (Foto: Erfan Erlin/MNC)

GUNUNGKIDUL, celebrities.id - Agustus menjadi bulan bersejarah bagi Bangsa Indonesia. Karena di bulan tersebut, kemerdekaan Republik Indonesia pertama kali dikumandangkan oleh para pejuang. Untuk menghargai jasa para pahlawan, setiap Agustus selalu diisi dengan nuansa kemerdekaan.

Setiap rumah, di mana pun berada di negara ini diwajibkan untuk memasang bendera merah putih. Nuansa semarak kemerdekaan pun selalu terlihat di setiap sudut wilayah. Bendera, umbul-umbul ataupun rontek nampak meriah menghiasi suasana.

Semangat nasionalisme itupun juga ada di dalam dada produsen kerupuk 'nDeso' yang berada di Dusun Karangmojo 1 RT 04 RW 07 Kalurahan Karangmojo Kapanewon Karangmojo Gunungkidul, Supriyadi. Lelaki berumur 42 tahun ini memperbanyak produksi kerupuk merah putih di bulan Agustus.

Bapak dua anak ini mengaku produksi kerupuk tradisional warna merah dan putih tersebut sebenarnya sudah dilakukan orangtuanya di awal tahun 80an yang lalu. Dengan menambah pewarna makanan pada adonan kerupuk, produsen kerupuk tradisional ini membuat kerupuk berwarna.

"Sebenarnya sejak dulu. Tetapi sejak saya diamanahi untuk meneruskan usaha bapak, saya menambah jumlah produksi kerupuk warna merah putih setiap bulan Agustus," kata dia, Jumat (5/8/2022).

Di Karangmojo bahkan mungkin di Gunungkidul, hanya ada dua produsen Kerupuk 'nDeso' ini dan semuanya berada di Kalurahan Karangmojo. Namun hanya di tempatnya yang memproduksi kerupuk warna merah putih. Sementara produsen satunya hanya memproduksi satu warna, warna putih.

Supri mengaku apa yang dilakukan tersebut dilatarbelakangi karena rasa cintanya terhadap tanah air Indonesia. Ia mengaku sangat bangga menjadi bangsa Indonesia dan lahir di negara ini. Kebanggan tersebut dia tuangkan dalam mata pencaharian satu-satunya tersebut.

"Nasionalisme harus kita pupuk dan kita bangkitkan kepada semua generasi bangsa ini. Dan saya sengaja membuat kerupuk merah putih karena bangga sebagai bangsa Indonesia. Saya ingin mengingatkan ke semuanya tentang nasionalisme itu melalui kerupuk," kata Supri.

Supri mengatakan kerupuk yang diproduksinya tersebut berbahan baku tepung tapioka. Semua proses ia lakukan secara manual dan dikerjakan bersama istrinya. Mulai dari membuat adonan, mencetak, mengkukus, menjemur hingga menggoreng ia lakukan bersama istrinya.

Di rumahnya peninggalan orangtuanya, setiap dua hari sekali lelaki ini memproduksi sebanyak 25 kilogram tepung tapioka. Semua peralatan yang digunakan juga sudah berusia uzur. Tempat mencetak, bejana untuk mengkukus hingga kerombong (tempat kerupuk) umurnya lebih tua dibandingkan dengan usianya saat ini. 

"Itu krombong krupuknya lebih tua dari saya. Mungkin sudah berumur 60 tahun lebih," ujarnya.

Supri mengaku hanya meneruskan usaha bapaknya yang dirintis sejak 1980an. Dia baru menggantikan peran ayahnya pada delapan tahun silam karena sang ayah sudah tidak bisa lagi menjalankan produksi kerupuk karena sudah tua dan sakit-sakitan.

 

1
/
2