BA.4 dan BA.4 Punya Daya Infeksi Besar, IDI Imbau Warga Tetap Pakai Masker

Muhammad Sukardi
Selasa 21 Juni 2022 13:12 WIB
BA.4 dan BA.4 Punya Daya Infeksi Besar, IDI Imbau Warga Tetap Pakai Masker
IDI imbau masyarakat gunakan masker ditengah gelombang BA.4 dan BA.5. (Foto: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengeluarkan rekomendasi terbaru terkait dengan upaya pencegahan BA.4 dan BA.5 yang punya potensi jadi gelombang keempat. 

Salah satu poin rekomendasi PB IDI adalah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk kembali memperketat masker sekalipun berada di luar ruangan. Ini karena BA.4 dan BA.4 punya daya infeksi yang besar dan penularannya mudah terjadi. 

"Kami, PB IDI, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan lagi masker sekalipun berada di luar ruangan. Ini semata-mata demi menjaga Anda semua dari infeksi BA.4 dan BA.5 yang mudah menyebar," kata Dokter Erlina Burhan, SpP, saat ditemui MNC Portal di Kantor PB IDI, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2022).

Menurut Dokter Erlina, infeksi yang disebabkan BA.4 dan BA.5 memang tidak seganas Delta, tapi berdasar data rumah sakit yang dimilikinya, kebanyakan pasien BA.4 dan BA.5 itu CT-Valuenya rendah. 

"Artinya, virus yang ada di tubuh si pasien sangat banyak, walau gejala yang ditimbulkan virus tersebut tidak parah. Tapi, karena punya banyak virus di dalam tubuh, ini memungkinkan si pasien menyebarkannya ke orang lain dengan mudah," ujar Dokter Erlina. 

Karena alasan itu, PB IDI merekomendasikan agar masyarakat kembali mengetatkan masker sekalipun di luar ruangan. "Apalagi di dalam ruangan, itu wajib enggak boleh dilepas," ujarnya 

Secara utuh, ada enam rekomendasi PB IDI terkait dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia disebabkan kenaikan kasus BA.4 dan BA.5. Keenam rekomendasi itu antara lain: 

1. Pemakaian masker di ruang terbuka kembali dianjurkan.

2. Aturan PCR negatif untuk pelaku perjalanan kembali diberlakukan (mengingat harga tes semakin murah).

3. Tingkatkan kembali kegiatan tracing dan testing.

4. Lakukan edukasi yang masif dan terus menerus tentang upaya pencegahan, karena pandemi belum berakhir (di tengah masyarakat yang sudah jenuh dengan pandemi). 

5. Mengimbau pemangku kebijakan seperti Gubernur dan Bupati untuk melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan vaksinasi booster.

6. Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Editor : Tia Ayunita