Babak Baru Kasus Keluarga Nirina Zubir, Riri Khasmita Keberatan Disebut Mafia Tanah dan Dituntut 15 Tahun

Melati Pratiwi
Selasa 09 Agustus 2022 22:46 WIB
Babak Baru Kasus Keluarga Nirina Zubir, Riri Khasmita Keberatan Disebut Mafia Tanah dan Dituntut 15 Tahun
Nirina Zubir hadir dalam sidang kasus mafia tanah Riri Khasmita. (Foto: MPI)

JAKARTA, celebrities.id - Sidang kasus dugaan Mafia Tanah dari keluarga Nirina Zubir terus berlanjut. Beragendakan pembacaan pledoi para terdakwa, kuasa hukum Riri Khasmita, yakni Putra Kurniadi keberatan jika kliennya  disebut mafia.

Putra juga mengungkit soal tuntutan 15 tahun penjara yang dialamatkan pada Riri. Bagi Putra, hukuman tersebut dirasa sangat berat, seakan Riri benar-benar seorang mafia.

"Tuntutan 15 tahun itu seolah olah riri ini pelaku pembunuhan berencana atau pelaku mafia yang dikatakan mafia karena tidak mungkin seorang pembantu itu bisa menjadi mafia" ujar Putra di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (9/8/2022).

Menurut Putra kata mafia sendiri orang-orang yang memiliki kemampuan khusus. Untuk itulah Putra merasa seorang Riri tak mungkin mampu melakukan beberapa hal, termasuk membalikan sertifikat.

"Karena gak mungkin lah seorang pembantu mampu membayar pajak, membalik nama sertifikat kemudian mendapatkan dokumen dokumen milik ahli waris. Keberadaan ahli waris tidak berada di Jakarta, ada di luar kota" katanya 

Atas dasar itu lah, Putra berharap adanya keadilan untuk Riri Khasmita. Di samping itu, ada beberapa poin pembelaan yang disampaikan pihak kuasa hukum Riri Khasmita dan Erdianto, yaitu Abdul Aziz Supayang.

Beberapa di antaranya adalah Riri dan Erdiato memiliki anak yang masih kecil dan tuntutan 15 tahun penjara dirasa begitu berat. 

"Tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut kami ialah 15 tahun penjara dan denda sebesar 1 miliar. Yang mana tuntutan tersebut terlampau tinggi dan tidak manusiawi , kami bukan terdakwa korupsi dan bukan pula terorisme" ujar Asep mewakili Riri dan Erdianto.

Untuk itu, Riri dan Erdianto memohon kepada majelis hakim agar dapat mempertimbangkan dan membebaskan mereka dari jerat hukuman.
 

Editor : Hadits Abdillah