Bahaya Menyimpan Dendam, Berdamailah dengan Masa Lalu

Ayuningtyas Notomihardjo
Selasa 18 Januari 2022 03:07 WIB
Bahaya Menyimpan Dendam, Berdamailah dengan Masa Lalu
Ustadz Danu mengatakan bahwa menyimpan dendam, harus berdamai dengan masa lalu. (Foto: celebrities.id/YouTube MNC Official)

JAKARTA, celebrities.id - Masa lalu kerap mengandung beberapa titik pemikiran orang soal sakit hati dan terkhianati. Dengan begitu, beberapa orang malah menjadi malas untuk menengok kembali ke masa lampau tersebut.

Berikut ada tausiah dari Ustadz Abeey Ghifran yang menuturkan beberapa masa lalu malah jadi penghalang seseorang di masa depannya. Dia bahkan menyebutkan bahwa Allah telah mengingatkan perubahan nasib seseorang itu hanya dari keinginannya sendiri.

“Masa lalu kadang menjadi penghalang orang untuk melaju di masa depan,” ujar Ustadz Abeey Ghifran, mengutip dari Youtube Channel MNC TV Official, Selasa (18/1/2022).

“Padahal Allah sudah ingatkan, tidak akan berubah seseorang jika tidak diubah sendiri,” kata Ustadz Abeey Ghifran.

Bahkan, parahnya dengan mengingat kejahatan yang dahulu dilakukan oleh orang lain terhadap kita malah akan memperdalam luka dengan tanpa memaafkannya.

“Jangan tersesat dengan keadaan dan pikiran serta hati kita. Semua tergantung kita menanggapinya bagaimana kesedihan atau kebahagiaannya,” tutur Ustadz Abeey Ghifran.

Selain Ustadz Abeey Ghifran, adapun Ustadz Dhanu yang melanjutkan penjelasan terkait kesulitan untuk berdamai dengan masa lalu. Karena, hati tersakiti di masa lampau akan menjadikan seseorang berubah.

“Dulu kita tersakiti oleh masalah masa lalu. Hingga jadi dendam dengan seseorang, atau benda dan tempat,” ujar Ustadz Dhanu.

Dengan adanya pengingat mode memperlancar kehidupan dalam sehari-harinya. Karena dengan begitu, kita mempunyai pakem dan rem masing-masing untuk tetap di jalan Allah SWT.

“Tapi dengan begitu, kita tetap ada di jalan Allah. Insya Allah bagus dalam menghadapi ujian Allah,” tutur Ustadz yang kini menjajaki usia 57 tahun tersebut.

“Tapi tanpa adanya kendala tersebut, apa kita tetap ada di jalur relnya Allah? Kita sendiri yang menentukan bagaimana nantinya,” katanya.

Editor : Hadits Abdillah