Baim Wong Suka Bagi-Bagi Uang di Konten YouTube, Begini Kata Ustadz Ainul Yaqin

Novie Fauziah
Kamis 14 Oktober 2021 20:27 WIB
Baim Wong Suka Bagi-Bagi Uang di Konten YouTube, Begini Kata Ustadz Ainul Yaqin
Baim Wong klarifikasi video seorang kakek meminta bantuan yang viral. (Foto: celebrities.id/Instagram)

JAKARTA, celebrities.id - Baim Wong kini menjadi sorotan lantaran konten di channel YouTube yang dianggap merendahkan seorang kakek bernama Suhud. Suami Paula Verhoeven itu memarahi dan menyebut Suhud pengemis.

Di luar kontroversi tersebut, Baim memang suka membuat konten membagi-bagikan sejumlah uang. Hal ini yang membuat sebagian netizen menganggap bahwa sedekahnya itu hanya untuk konten.

"Demi konten apapun kulakukan," kata salah satu netizen @la*** dikutip dari channel YouTube Baim Paula.

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, setiap orang memiliki niatan tersendiri dalam bersedekah.

Dia menjelaskan tujuan sedekah atau berbagi secara sembunyi tidak lain adalah bagian memurnikan niat, yakni ikhlas karena Allah. Hal ini dikarenakan untuk menghindari prasangka-prasangka serta sifat arogansi terhadap seseorang.

"Niat baik dan tujuan baik harus dikemas dengan cara dan sikap yang baik, tidak mudah bagi kita mengendalikan perasaan kita tanpa memurnikan niat kita agar bersih karena Allah SWT," katanya saat dihubungi MNC Portal, Kamis (14/10/2021).

Masalah sedekah juga diungkap dalam alquran dalam surat Al-Baqarah ayat 271.

Artinya:"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan". (QS. Al-Baqarah: 271).

Lebih lanjut, menurutnya apabila ada sebuah konten yang menayangkan kegiatan bersedekah diniatkan untuk menggugah hati orang lain agar juga ikut sedekah, maka itu merupakan hal yang baik.

"Misal, mau mengajak orang beramal, sedekah, berbagi, maka sebisa mungkin diri kita terlebih dahulu yang melakukannya. Sehingga orang lain mengikuti kita, tentunya akan menjadi pahala menebar kebaikan juga," ujarnya.

Akan tetapi jika sedekah atau berbagi hanya untuk kepentingan konten, maka sangat disayangkan karena ibadah dijadikan alat meraih pundi-pundi rupiah.

"Akhirnya lenyap dipandang sebelah mata, sebab dianggap tidak mencerminkan sisi asli pelaku kebaikan," katanya.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang membuat contoh yang baik maka dia akan mendapatkan pahala dan pahala orang yang beramal dengannya sampai hari kiamat" (HR.Muslim).

Editor : Dhita Seftiawan