Bermain dengan Mulut di Paralimpiade Tokyo 2020, Atlet Tenis Meja Ibrahim Hamadtou Jadi Sorotan Dunia

Quadiliba Al-Farabi
Selasa 07 September 2021 10:18 WIB
Bermain dengan Mulut di Paralimpiade Tokyo 2020, Atlet Tenis Meja Ibrahim Hamadtou Jadi Sorotan Dunia
Atlet tenis meja Mesir, Ibrahim Hamadtou ketika beraksi melawan wakil Spanyol Jordi Morales dalam Paralimpiade Tokyo 2020 di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Selasa (31/8/2021). (Foto: REUTERS/Molly Darlington)

TOKYO, celebrities.id - Sosok Ibrahim Hamadtou disebut inspiratif oleh banyak khalayak. Dengan keterbataannya dia tetap percaya diri tampil di ajang terakbar Paralimpiade. Julukan Mr Impossible tersemat padanya karena sanggup tampil bermain tenis meja dengan mulut dan kakinya. 

Bertanding di Paralimpiade jelas menegaskan Ibrahim jauh dari sosok sempurna. Kekurangan yang dimilikinya ialah dia tidak memiliki dua lengan. Ibrahim sebenarnya terlahir dengan fisik sempurna seperti orang kebanyakan. Namun, dia tertabrak kereta api ketika berusia 10 tahun.

Ibrahim sebenarnya terlahir dengan fisik sempurna seperti orang kebanyakan. Namun, dia tertabrak kereta api ketika berusia 10 tahun.

Semenjak itu Ibrahim kehilangan kedua lengannya karena harus diamputasi di rumah sakit. Bagi anak seusianya, hal itu jelas membuatnya terpuruk sehingga jarang bersosialisasi di lingkungan rumahnya. Berkali-kali Ibrahim mengasihani dirinya sendiri. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, seolah kalimat penyemangat populer itu dimaknai dalam oleh Ibrahim. 

Perlahan dia mencoba bangkit sampai akhirnya jatuh cinta dengan olahraga tenis meja. Saat itu dia melihat sebuah meja di pusat pemuda setempat dan mencuri perhatian berkat kekurangan fisik tapi dibekali kegigihan dan bakatnya.

Kesempatan memukul bola tenis meja pun diberikan oleh Ibrahim pada usia 15 tahun. Hanya saja saat itu dia belum menggunakan mulut seperti sekarang. Dia sempat menjajal menggunakan lubang lengan, tapi tidak berhasil. 
Setelah beberapa kali percobaan, Ibrahim memberi upaya terakhir dengan menggigit gagang bet-nya. Perlahan tapi pasti, Ibrahim belajar menggunakan bet di mulutnya. Dia melatih gerakan melekukan leher, pinggul, serta bahunya demi memukul dengan baik. 

Ibrahim jelas tidak lupa memanfaatkan kedua kakinya untuk bergerak lincah mengejar balasan bola lawan. Untuk melakukan servis, dia menjepit bola dengan jari-jari kakinya, menjentikkannya ke udara dan memukulnya dengan tongkat pemukul mulutnya. Dia hanya memakai satu sepatu saat bermain karena dia membutuhkan satu kaki telanjang untuk memegang bola.

 

1
/
2