Bersifat Organik dan Natural, Produk Skincare Vegan Tidak Bikin Alergi?

Rizky Pradita Ananda
Kamis 04 November 2021 10:27 WIB
Bersifat Organik dan Natural, Produk Skincare Vegan Tidak Bikin Alergi?
Bersifat Organik dan Natural, Produk Skincare Vegan Tidak Bikin Alergi?. (Foto: celebrities.id/coastsouthwest)

JAKARTA, celebrities.id - Tidak hanya makanan vegan, saat ini produk-produk skincare berlabel vegan sudah dengan mudah ditemui di pasaran.

Mahalnya memang lebih mahal dibandingkan dengan produk skincare umumnya, mengingat bahan-bahan yang digunakan cenderung bersifat organik dan natural. Begitu juga dengan proses pembuatannya.

Secara umum, produk skincare vegan adalah produk skincare yang berarti tak mengandung bahan hewani atau produk olahan hewani seperti madu, lilin lebah (beeswax), lanolin, gelatin, kolagen, carmine, squalene, stearic acid, dan kolesterol yang diambil dari hewan.

Maka dari itu, keunggulan utama dari produk vegan, sudah pasti lebih ramah lingkungan dan mengurangi tindak kekejaman terhadap hewan. Produk yang beraasal dari tanaman juga punya banyak benefit karena tanaman memiliki mengandung banyak vitamin dan antioksidan.

Dengan label vegan dan keunggulan yang diklaim, tak dipungkiri sebagian orang mungkin langsung berpikir jika produk skincare berlabel vegan ini sudah pasti tidak akan menimbulkan iritasi atau alergi.

Seperti dijelaskan dr. Arini Widodo, SpKK, dermatologist dan peneliti, produk vegan bukan berarti otomatis bebas potensi alergi lho!

“Pemahaman yang sering salah bahwa produk vegan tidak menyebabkan iritasi atau alergi. Produk vegan atau produk yang berasal dari tanaman (plant based) tetap memiliki potensi menyebabkan alergi dan iritasi,” ujar dr. Arini, dalam acara gathering daring baru-baru ini.

Untuk meminimalisasi kemungkinan alergi, label vegan justru dinilai masih kurang tepat. Dokter Arini menyarankan, jika memang individual tersebut adalah orang yang memiliki alergi atau punya tipe kulit sensitif. Maka pilih produk skincare dengan label hipoalergenik.

“Untuk mengurangi potensi alergi, pemilihan label hipoalergenik lebih tepat dari pada label vegan pada skincare. Untuk mengurangi potensi berjerawat akibat skincare, lebih tepat memilih label non komedogenik,” ujarnya.

Dia mengingatkan, masyarakat sebaiknya memahami kalau label vegan pada produk skincare bukan berari produk tersebut efektif untuk semua jenis dan kondisi kulit setiap orang.

“Label vegan tidak menjadi identitas untuk tekstur skincare atau menjamin efektivitas skincare. Butuh penelitian objektif untuk membuktikan efektivitas dan efikasi sebuah skincare. Tiap jenis kulit memiliki kebutuhan skincare yang berbeda,” tutur dr. Arini

Editor : Simon Iqbal Fahlevi