Bikin Keputusan Kontroversial di GP Prancis, Ini Klarifikasi Bos Ferrari

Muammar Yahya Herdana
Senin 25 Juli 2022 19:51 WIB
Bikin Keputusan Kontroversial di GP Prancis, Ini Klarifikasi Bos Ferrari
Bikin Keputusan Kontroversial di GP Prancis, Ini Klarifikasi Bos Ferrari. (Foto:celebrities.id/Instagram @carlossainz55)

LE CASTELLET, celebrities.idFerrari mendapat kritikan tajam setelah meminta pembalapnya, Carlos Sainz masuk ke dalam pit beberapa lap menjelang finish di GP Prancis 2022. Kepala tim Ferrari, Matia Binotto pun mengungkap alasan dari keputusan kontroversial tersebut.

Sainz sebenarnya memiliki peluang untuk bisa meraih podium pada balapan tersebut. Namun driver Spanyol itu harus puas hanya finish di urutan kelima pada balapan yang dilangsungkan di Sirkuit Paul Ricard, Minggu (24/7/2022) malam WIB. Sainz sebenarnya telah menolak untuk menuruti perintah Ferrari agar masuk ke pit.

Namun pembalap berusia 27 tahun itu akhirnya menuruti keinginan Ferrari satu lap setelahnya. Binotto menegaskan bahwa Ferrari lebih memilih untuk bermain aman untuk bisa memaksimalkan perolehan poin. Dengan ban baru, Sainz berpeluang besar untuk mendapatkan poin tambahan jika mendapatkan waktu lap tercepat.

“Untuk bermain aman, kami tahu bahwa P5 plus lap tercepat adalah poin yang bagus. Saat ini, mungkin perasaan saya berbeda. Kita tidak akan pernah tahu apa yang terbaik," ujar Binotto dilansir dari F1i, Senin (25/7/2022).

Selain itu, Sainz juga harus mendapatkan penalti selama lima detik. Ferrari menilai Sainz tidak akan mampu menjaga jarak dengan Sergio Perez dan George Russell yang berada di belakangnya sehingga memutuskan untuk mengambil penalti tersebut di dalam pit.

"Lebih dari itu, saya pikir kecepatan Carlos tidak akan cukup untuk membuka jarak lebih dari lima detik untuk Perez dan Russell, entah bagaimana, untuk menutupi penalti lima detik. Jadi itu benar untuk berhenti. Juga dengan melakukan itu kami memiliki lap tercepat balapan, yang masih merupakan poin, poin penting bagi tim dan untuk Carlos,” katanya.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra