Bikin Pernyataan Kontroversial, Bill Gates Sebut Investor NFT adalah Orang-Orang Bodoh

Tangguh Yudha
Kamis 16 Juni 2022 22:35 WIB
Bikin Pernyataan Kontroversial, Bill Gates Sebut Investor NFT adalah Orang-Orang Bodoh
Bikin pernyataan kontroversial, Bill Gates sebut investor NFT adalah orang-orang bodoh. (Foto: celebrities.id/Instagram @thisisbillgates)

JAKARTA, celebrities.id - Orang terkaya keempat di dunia, Bill Gates kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Belum lama ini Bill Gates mengatakan bahwa investor NFT adalah orang yang benar-benar bodoh.

Hal tersebut dia ungkapkan dalam sebuah sesi tanya jawab. Tak hanya itu, dia juga menyebut NFT dan aset sejenisnya sebagai aset yang berbasis pada teori kebodohan yang disebut "greater fool theory".

Menurutnya, satu-satunya cara untuk menghasilkan keuntungan pada aset NFT ini hanyalah dengan menemukan orang idiot lain di luar sana yang mau membelinya dengan harga lebih tinggi.

"Aset-aset seperti itu 100 persen berdasar kepada sejenis teori kebodohan bahwa seseorang akan membayar lebih banyak daripada yang saya lakukan. Saya lebih terbiasa dengan kelas aset seperti pertanian yang jelas-jelas memang menghasilkan, atau perusahaan tempat membuat sebuah produk," kata Bill Gates dikutip dari Gizmodo, Kamis (16/6/2022).

Bagi seorang investor NFT atau sejenisnya, nilai aset hanya naik jika mereka mendapatkan lebih banyak orang untuk membeli pada tahap selanjutnya dalam permainan daripada yang telah mereka lakukan. Tapi Gates tidak sependapat dengan itu.

Dia menilai tidak ada satu poin pun untuk menganggap NFT merupakan aset investasi yang menjanjikan baik itu dalam jangka pendek atau panjang. Gates bahkan mencurigai bahwa aset-aset tersebut memang dirancang untuk menghindari pajak atau regulasi pemerintah.

Untuk diketahui, ini bukan pertama kalinya Bill Gates secara terbuka mencemooh aset NFT dan sejenisnya. Pada 2018 dia mengatakan mata uang blockchain telah membunuh orang secara langsung.
Bill Gates seperti tak ada lelahnya memperingatkan orang agar berhati-hati ketika berinvestasi di aset digital tersebut. Peringatan itu tampaknya telah berhasil karena nilai kripto terus menurun.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra