Bulan Imunisasi Anak Nasional, Dinkes Kota Bogor Bakal Imunisasi 54 Ribu Anak 

Putra Ramadhani Astyawan
Jumat 05 Agustus 2022 20:29 WIB
Bulan Imunisasi Anak Nasional, Dinkes Kota Bogor Bakal Imunisasi 54 Ribu Anak 
Pemerintah Kota Bogor menargetkan sebanyak 54.281 anak mendapat imunisasi dalam rangka program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) mulai 1 Agustus 2022. (Foto: celebrities.id/Putra Ramdhani)

BOGOR, celebrities.id - Pemerintah Kota Bogor menargetkan sebanyak 54.281 anak mendapat imunisasi dalam rangka program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) mulai 1 Agustus 2022. Anak-anak tersebut akan mendapat Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

"Apresiasi saya untuk para kader Posyandu dan TP PKK yang gigih lakukan sosialisasi, selain Ketua RT dan RW serta aparatur wilayah. Administrasi atau pencatatan juga penting dan ini memerlukan koordinasi dengan semua, tidak hanya di jajaran Pemkot Bogor tetapi juga provinsi. Terakhir mobilisasi, semua bergerak serentak mengajak untuk imunisasi," kata Wali Kota Bogor Bima Arya dalam keterangannya, Jumat (5/8/2022).

Imunisasi akan dilaksanakan semaksimal mungkin yaitu anak-anak usia 9 sampai 59 bulan diberikan IDL yang terdiri dari 7 imunisasi, yaitu campak, rubella, polio, difteri, pertusis, Hepatitis B, pneumonia meningitis. Jika tidak mendapat imunisasi lengkap,  berpotensi menderita berbagai macam penyakit.

"BIAN sejalan dengan visi Kota Bogor sebagai Kota Layak Bagi Keluarga, salah satunya fokus pada kesehatan anak. Kita ingin anak tumbuh sehat, kuat dan kita mendapatkan bonus demografi maka harus dipastikan semuanya sadar," ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, total sasaran anak yang diimunisasi BIAN 54.281 anak dari 959 Posyandu, 25 Puskesmas, 22 rumah selama 30 hari kerja terhitung 1 Agustus 2022. Dalam BIAN juga diberikan imunisasi tambahan Campak-Rubella serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB- Hib yang terlewati. 

Adapun manfaat BIAN yakni mencegah kesakitan dan kecacatan akibat campak, rubella, polio, difteri, pertusis (batuk rejan), hepatitis B, pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak). 

"Semoga ini menjadi contoh bagi lainnya. Kita ingin anak Indonesia tumbuh sehat dan kuat," katanya.

Editor : Andre Purwanto