Bundaran Tugu, Menilik Sejarah Ikon Kota Malang di Zaman Kependudukan Belanda

Avirista Midaada
Sabtu 08 Januari 2022 08:41 WIB
Bundaran Tugu, Menilik Sejarah Ikon Kota Malang di Zaman Kependudukan Belanda
Bundaran Tugu merupakan ikon bangunan di Kota Malang. (celebrities.id/MNC)

MALANG, celebrities.id - Bundaran Tugu merupakan ikon bangunan di Kota Malang. Letaknya yang berada di tengah kota, tepatnya di depan Balai Kota Malang, menjadikan monumen ini memiliki ciri khas khusus.

Apalagi lokasi Bundaran Tugu ini tak jauh dari Stasiun Malang Kota Baru, yang menjadikan seolah tugu ini menyambut para wisatawan atau pendatang di Malang. 

Hal ini menjadikan siapa pun yang pernah ke Malang, pasti mengingat Bundaran Tugu yang sudah menjadi ikon kota di tengah pegunungan ini. 

Tapi siapa sangka bila Bundaran Tugu saat ini menyimpan sejumlah cerita panjang. Bentuk awalnya bukan seperti saat ini, melainkan hanya ada lapangan kosong. 

Bundaran ini menjadi pusat dari bangunan perkantoran dan lain-lain yang ada di sekelilingnya di zaman kependudukan Belanda. 

Sejarawan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang Rakai Hino Galeswangi mengatakan, pembangunan bundaran merupakan bagian dari siteplan kedua pembangunan oleh pemerintah Belanda. 

Saat itu pemerintah Belanda mengistilahkan pembangunan kompleks itu sebagai bouwplan dua yang dimulai pada 1922.

"Dari situ bouwplan Belanda mulai menata tata ruang Kota Malang, dia bentuk bouwplan satu, bouwplan dua, bouwplan tiga, dia (Belanda) buat bundaran, tapi belum ada tugunya kayak sekarang ini," ucap Rakai Hino. 

Dinamakan Lapangan Jan Pieterszoon Coenplein alias JP Coen, yang diambil nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Karena lapangan tersebut berbentuk bulat, oleh sebagian orang Malang dahulu dinamakan Alun - Alun Bunder. 

 

1
/
2