Butuhkan Tenaga Kesehatan Profesional, Erick Thohir Ajak Dokter Indonesia di Luar Negeri Bekerja di Rumah Sakit Internasional Bali

Icon CameraSuparjo Ramalan
Kamis 06 Oktober 2022 00:20 WIB
Butuhkan Tenaga Kesehatan Profesional, Erick Thohir Ajak Dokter Indonesia di Luar Negeri Bekerja di Rumah Sakit Internasional Bali
Butuhkan Tenaga Kesehatan Profesional, Erick Thohir Ajak Dokter Indonesia di Luar Negeri Bekerja di Rumah Sakit Internasional Bali. (Foto:celebrities.id/Instagram @erickthohir)

JAKARTA, celebrities.id -  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur, Bali, membutuhkan tenaga kerja profesional yang terampil di sektor kesehatan berbasis teknologi.

Kebutuhan tersebut sejalan dengan desain KEK Kesehatan sebagai rumah sakit bertaraf internasional yang dilengkapi peralatan medis berteknologi tinggi. Erick pun mengajak para dokter Indonesia di luar negeri bisa bekerja di Rumah Sakit Internasional Bali atau Bali International Hospital tersebut, setelah proses pembangunan rampung.

"Insya Allah, sebentar lagi Indonesia punya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan yang canggih, inovatif, dan ramah lingkungan, tentu memerlukan banyak tenaga kerja medis jagoan," kata Erick melalui akun instagram, dikutip Rabu (5/10/2022).

Usai berdialog dengan para diaspora di Inggris, Erick mencatat banyak Dokter Indonesia yang bekerja di luar negeri ingin balik ke Tanah Air. Hanya saja, keahlian mereka akan sulit  diaplikasikan karena keterbatasan teknologi di Indonesia. Pernyataan Erick tersebut berdasarkan  pengakuan Diah, seorang Dokter Kebidanan dan Kandungan asal Indonesia yang bekerja di Milton Keynes University Hospital.

"Salah satu yang sering disampaikan para diaspora adalah keinginan besar mereka untuk kembali ke Tanah Air. Tapi galau, terutama mereka yang bekerja di bidang kesehatan seperti dr. Diah yang praktek di Milton Keynes University Hospital," kata Erick.

Dokter Diah memang ingin mengabdi di pelosok Indonesia, tapi keahliannya akan sulit diimplementasikan bila teknologi kesehatan di daerah belum maksimal. Dalam video pendek yang diunggah Erick Thohir, nampak Dokter Diah mengakui hal tersebut. "Teman-teman saya ini banyak yang ingin kembali ke Indonesia.

"Mereka sudah berpuluh tahun training dan bekerja di negara dengan teknologi kedokteran yang sudah maju, saya tidak keberatan untuk ditempatkan di ujung Sumatera atau ujung Papua. Tapi saya akan kehilangan skill saya kalau nggak punya akses ke alat-alat canggih yang biasa saya pakai,” tutur Diah.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra