Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik, Apa Bedanya?

Iqbal Widiarko
Jumat 05 Agustus 2022 12:07 WIB
Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik, Apa Bedanya?
Cara berpikir diakronik dan sinkronik dalam mengungkap peristiwa sejarah sangat berbeda. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, celebrities.id - Cara berpikir diakronik dan sinkronik sangat menarik untuk dibahas terkhusus bagi kamu yang mendalami ilmu sejarah secara terstruktur. Kamu juga perlu memahami perbedaan yang mendasar terkait gaya berpikir di antara keduanya.

Dalam mempelajari sejarah diakronik seseorang akan mengungkapkan peristiwa sejarah, berdasarkan studi komparatif atau perbandingan sepanjang waktu berdasarkan hubungan sebab-akibat dan mengacu pada urutan waktu. Cara berpikir diakronis dalam sejarah lebih menitikberatkan pada prosesnya sesuai dengan kronologis waktu kejadian.

Sementara, cara berpikir sinkronis dalam sejarah umumnya mempelajari peristiwa yang sezaman atau bersifat horizontal. Berpikir sinkronik lebih menitikberatkan pada struktur atau melihat konteks dalam suatu peristiwa yang terjadi pada waktu relatif berdekatan.

Dilansir dari berbagai sumber, celebrities.id, Jumat (5/8/2022) telah merangkum cara berpikir diakronik dan sinkronik, sebagai berikut.

Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik

Merujuk pada Modul Pembelajaran Sejarah SMA Kelas X tentang "Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik Dalam Karya Sejarah (2020) oleh Yuliani, berpikir diakronik adalah cara berpikir sejarah yang mengacu pada suatu peristiwa memanjang dalam waktu, namun terbatas dalam ruang lingkup. Sementara cara berpikir sinkronik merupakan pemikiran yang mengacu pada suatu peristiwa sejarah meluas dalam ruang lingkup, namun terbatas dalam waktu.

Diakronik berasal dari bahasa Yunani "dia" yang bermakna "melintas" atau "melewati" dan "khronos" yang bermakna "perjalanan waktu". Topik yang dibahas di dalamnya merupakan peristiwa-peristiwa yang melintasi perjalanan waktu dari masa dulu, sekarang dan masa depan. 

Sementara, kata sinkronik berasal dari bahasa Yunani "syn" yang bermakna "dengan" dan "chronos" yang berarti "waktu". Sinkronik dapat dimaknai sebagai segala sesuatu yang bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi pada suatu masa.

Ciri-Ciri Berpikir Diakronik dan Sinkronik

1. Ciri Berpikir Diakronik

a. Mengkaji dengan berlalunya masa
b. Menitik beratkan pada pengkajian peristiwa pada sejarahnya
c. Memiliki sifat historis atau komparatif
d. Memiliki sifat vertikal
e. Terdapat konsep perbandingan
f. Mencakup kajian yang lebih luas

2. Ciri Berpikir Sinkronik

a. Mengkaji pada masa tertentu
b. Menitik beratkan pada pengkajian pada strukturnya
c. Memiliki sifat horizontal
d. Tidak terdapat konsep perbandingan
e. Mencakup kajian yang lebih sempit
f. Mempunyai sistematis yang tinggi
g. Memiliki sifat lebih serius dan sulit

 

1
/
2