Cara Menghilangkan Kantung Mata, Ini Penjelasan Pakar Dermatologi

Novie Fauziah
Kamis 15 September 2022 09:46 WIB
Cara Menghilangkan Kantung Mata, Ini Penjelasan Pakar Dermatologi
Cara menghilangkan kantung mata. (Foto: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Kantung mata (puffy eyes) hingga lingkaran hitam di area mata, kerap membuat seseorang menjadi tidak percaya diri dan sekaligus merusak penampilan. Bahkan sekilas akan tampak lebih tua, apalagi ditambah lagi dengan munculnya garis-garis halus. 

Pakar Dermatologi, dr Arini Astasari Widodo, SpKK mengatakan, bahwa mata dengan kondisi tersebut diperlukan perawatan khusus, yakni memperbaikinya menggunakan serum maupun tabir surya. 

"Kulit di sekitar mata lebih tipis, lebih rapuh, memiliki jaringan yang lebih longgar, dan cenderung lebih sensitif dibandingkan area wajah lainnya," katanya dalam media gathering L'Oréal Paris di bilangan Jakarta Selatan, Kamis (15/9/2022). 

Salah satu bahan aktif untuk membantu memperbaiki tersebut adalah hyaluronic acid. Di mana kandung tersebut dapat mempertahankan kelembaban, yakni dengan cara mengikat air di jaringan kulit. Sehingga nantinya akan membuat kulit di bawah mata terasa lebih kenyal dan terhidrasi. 

Kemudian selanjutnya adalah kafein, zat ini juga bisa membantu memperbaiki jaringan kulit yang sudah rusak. Terutama pembuluh dara di area tersebut yang kadang membengkak, sehingga terbentuk kantung mata atau sembab. 

"Kafein dikenal akan kandungan antioksidannya yang dapat membantu menyegarkan kulit di area mata, dan mengurangi retensi air di area mata untuk mengurangi mata yang sembab," ujarnya. 

Lebih lanjut, kata dr. Arini, kandungan aktif dalam eye product dapat diserap dengan lebih optimal dengan teknik aplikasi tertentu. Namun di sisi lain, karena area kulit sekitar mata yang lebih tipis dan sensitif, maka tidak boleh terlalu agresif agar menghindari iritasi. 

Dia juga menjelaskan, kulit di sekitar bawah mata biasanya merupakan area yang cepat menunjukkan tanda-tanda penuaan, seperti garis-garis halus. Untuk itu membutuhkan lebih banyak pelembab. 

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut, misalnya aktivitas dapat membuat otot dan organ mata bekerja lebih keras sepanjang waktu. Kemudian, makan makanan mengandung tinggi garam pun dapat menyebabkan retensi air yang membuat area bawah mata tampak bengkak.

Editor : Tia Ayunita