Charles Leclerc Gagal Finis, Ngaku Terlalu Banyak Bikin Kesalahan dan Buang-Buang Poin

Fitradian Dhimas Kurniawan
Senin 25 Juli 2022 11:52 WIB
 Charles Leclerc Gagal Finis, Ngaku Terlalu Banyak Bikin Kesalahan dan Buang-Buang Poin
Charles Leclerc gagal podium di F1 GP Perancis 2022, akui banyak kesalahan dan buang-buang poin. (Foto: celebrities.id/Instagram @charles_leclerc)

LE CASTELLET, celebrities.id – Pembalap Scuderia Ferrari, Charles Leclerc harus kecewa lantaran gagal finis (DNF) saat balapan F1 GP Prancis 202. Dia pun tak menyangkal telah membuat terlalu banyak kesalahan dan buang-buang poin di musim ini.

Balapan di Sirkuit Paul Ricard, Minggu (24/7/2022) Leclerc sebenarnya berada dalam posisi yang diuntungkan. Dia berhasil menempati pole position setelah mengungguli rivalnya, Max Verstappen yang terus mengejar.

Namun, insiden besar terjadi pada putaran ke-18. Leclerc membuat kesalahan, sehingga mobil Ferrari miliknya melintir. Tak bisa mengendalikan mobil yang hilang kendali, Leclerc pun menghantam dinding pembatas dan gagal finis.

Akibat kejadian itu, Verstappen terus melaju hingga merebut kemenangan. Hasil ini pun membuat Leclerc tertahan di posisi kedua klasemen dengan poin 170. Dia kini tertinggal 63 angka dari Verstappen.

Leclerc pun mengakui jika dia membuat terlalu banyak kesalahan. Dia menghitung setidaknya 32 angka telah lepas dari tangannya, setelah sebelumnya juga gagal podium di GP Emilia Romagna.

“Saya kehilangan terlalu banyak poin. Saya pikir tujuh poin hilang di Imola, kemudian 25 angka dari balapan ini. Karena saya yakin kami memiliki mobil terkuat di lintasan,” kata Leclerc di laman resmi F1, Senin (25/7/2022).

Dengan 10 balapan masih tersisa di musim ini, peluang Leclerc untuk mengejar masih terbuka. Namun, jika nantinya dia kalah dengan selisih jarak 32 poin, maka dia pun tahu kesalahan sendiri yang menjadi penyebabnya.

“Jika saya kalah di kejuaraan ini dengan selisih 32 poin pada akhir musim, maka tahu dari mana asalnya. Hasil ini tidak bisa diterima. Kami harus bisa mengatasi masalah ini,” ujarnya.

Editor : Lisvi Padlilah