Chelsea Dinilai Ragu Datangkan Jules Kounde, Kalah Bersaing dengan Barcelona

Rio Eristiawan
Jumat 29 Juli 2022 23:09 WIB
Chelsea Dinilai Ragu Datangkan Jules Kounde, Kalah Bersaing dengan Barcelona
Chelsea Dinilai Ragu Datangkan Jules Kounde, Kalah Bersaing dengan Barcelona. (Foto: celebrities.id/Isntagram @jkeey4)

SEVILLA, celebrities.id - Direktur olahraga Sevilla, Monchi menyebut Chelsea ragu untuk menyelesaikan transfer Jules Kounde. Hal tersebut membuat The Blues -julukan Chelsea- kalah bersaing dengan Barcelona.

Sebagaimana diketahui, Barcelona dan Sevilla sudah mencapai kesepakatan mengenai transfer Kounde. Blaugrana -julukan Barcelona- dikabarkan membeli pemain berusia 23 tahun itu dengan harga 55 juta euro atau sekitar Rp831 miliar. Sebelum mencapai kesepakatan dengan Barcelona, Kounde hampir bergabung dengan Chelsea. Namun Kounde berubah pikiran dan memilih melanjutkan karir di Liga Spanyol bersama Barcelona.

Kounde pun menjadi rekrutan kelima Barcelona di bursa transfer musim panas ini. Sebelumnya, Blaugrana sudah mendatangkan empat pemain, yaitu Franck Kessie, Andreas Christensen, Raphinha, dan Robert Lewandowski. Sementara Mochi mengakui pada awal bursa transfer musim panas 2022, banyak klub tertarik kepada Kounde.

Dia menjelaskan Sevilla dan Chelsea sudah melakukan negosiasi untuk transfer Kounde, keduanya sudah mencapai kesepakatan.

"Pada awal pasar ada lebih banyak pelamar daripada di akhir, lebih banyak klub yang tertarik. Pada babak terakhir, Chelsea tetap di atas semua orang, kami telah bernegosiasi selama sebulan terakhir sampai pada titik kami mencapai kesepakatan lisan Kamis lalu," kata Monchi dilansir dari Metro, Jumat (29/7/2022).

Mochi mengatakan Chelsea juga sudah mencapai kesepakatan pribadi dengan Kounde, tetapi The Blues ragu untuk menyelesaikan kesepakatan transfer tersebut. Dia menjelaskan klub asal Inggris itu memutuskan untuk tidak menyelesaikan transfer Kounde.

“Pemain juga mencapai kesepakatan, tetapi pada saat terakhir, Chelsea ragu. Semuanya berhenti, ada tawaran yang sangat bagus tetapi mereka memutuskan untuk berhenti," tuturnya.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra