Citayam Fashion Week Trending di Media Sosial, PP Muhammadiyah Ingatkan Nilai Agama dan Budaya Bangsa

Muhammad Farhan
Selasa 26 Juli 2022 19:37 WIB
Citayam Fashion Week Trending di Media Sosial, PP Muhammadiyah Ingatkan Nilai Agama dan Budaya Bangsa
Ratusan warga menonton Citayam Fashion Week di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Sabtu (23/7/2022). (Foto: Dok_MPI)

JAKARTA, celebrities.id - Pimpinan Pusat Muhammadiyah ikut memberikan tanggapan terhadap fenomena sekumpulan remaja yang membanjiri wilayah Dukuh Atas, Jakarta Pusat. 

Diketahui, Citayam Fashion Week (CFW) menjadi isu yang viral di linimasa media sosial lantaran para remaja dari kawasan sub urban seperti Citayam, Bojong Gede, Bogor, Depok, Priok, Bekasi, hingga Tangerang berkumpul menghabiskan waktu sembari memamerkan model busana kekinian mereka. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad prihatin melihat adanya sejumlah oknum remaja pria yang turut berbangga menampilkan riasan diri, gaya busana, dan bergesture seperti perempuan. 

"Fenomena ini sebenarnya patut diapresiasi, namun pemerintah perlu aktif untuk memantau para khalayak yang tampil di sana agar tidak menampilkan hal-hal negatif seperti perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) dan pergaulan bebas," tutur Dadang Kahmad seperti dikutip dalam laman resmi Muhammadiyah, Selasa (26/7/2022). 

Menurut Dadang, setiap pagelaran kegiatan dapat dipastikan membawa nilai yang positif maupun negatif, termasuk perhelatan CFW tersebut. Ia mengaku kegiatan anak muda tersebut tetap perlu diapresiasi meski tetap dipantau agar sesuai koridor dari nilai agama dan budaya bangsa. 

"Di satu sisi, CFW adalah wahana kreasi anak muda untuk berekspresi di wahana umum yang sekarang makin sulit didapat oleh anak-anak muda kebanyakan. Makanya, di sinilah peranan pemerintah dan aparat terkait untuk meminimalkan sisi buruknya kegiatan tersebut," kata Dadang. 

Senada dengan Dadang, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti secara terpisah menjelaskan kebijakan pemerintah perlu dilakukan untuk menanggapi fenomena CFW tersebut. Ia menilai hal ini perlu dilakukan agar tidak mengganggu ketertiban lalu lintas, atau bahkan mendobrak nilai kesantunan.

“Sesuai Undang-Undang Dasar, masyarakat memiliki hak dan kebebasan berekspresi. Akan tetapi hak dan kebebasan itu hendaknya dilakukan dengan tetap menghormati nilai-nilai agama dan budaya bangsa yang mulia,” tutur Mu'ti. 

 

1
/
2