10 Contoh Cerita Fabel Singkat untuk Anak, Lengkap dengan Pesan Moral

Iqbal Widiarko
Kamis 12 Mei 2022 16:44 WIB
10 Contoh Cerita Fabel Singkat untuk Anak, Lengkap dengan Pesan Moral
Contoh cerita fabel singkat untuk anak. (Ilustrasi/Pixabay)

JAKARTA, celebrities.id - Contoh cerita fabel singkat untuk anak bisa menjadi referensi bahan cerita bagi para orangtua.ย 

Secara etimologis, fabel berasal dari Bahasa Latin fabulat yang berarti cerita tentang kehidupan hewan dengan perilaku menyerupai manusia. Tiap daerah dan tiap negara memiliki cerita fabel pada zaman dahulu yang khas masing-masing.

Cerita fabel juga tersedia Bahasa Inggris dan beberapa bahkan sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia serta berbagai bahasa lainnya. Salah satunya adalah mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang dapat bermanfaat bagi masa depan anak kelak.

Sudah pasti kisahnnya merupakan implementasi dari kehidupan manusia sehari-hari, baik itu aktivitasnya maupun pola pikir manusia sehingga tidak jarang beberapa karakter manusia sering tampak dalam kisah-kisah fabel.

Dilansir dari berbagai sumber, celebrities.id, Kamis (12/5/2022) telah merangkum contoh cerita fabel singkat, sebagai berikut.

Contoh Cerita Fabel Singkat

1. Serigala Kurus dan Anjing Penjaga yang Gemuk

Ada seekor serigala yang tinggal di hutan. Badannya kurus kering tinggal tulang belulang. Suatu hari saat berjalan di hutan, serigala bertemu dengan seekor anjing yang besar dan gemuk. Anjing itu tinggal di rumah orang kaya sebagai anjing penjaga. Serigala berpikir hidup anjing itu tampak menyenangkan sekali.

Setiap hari, majikan pemilik anjing itu memberinya makanan yang banyak dan enak-enak. Wah, serigala jadi iri ingin menjadi seperti anjing itu. Namun, anehnya. Tiba-tiba, serigala itu mengurungkan niatnya. Aku lihat kamu memakai ikatan di leher,” kata serigala sambil memperhatikan ikatan yang ada di leher anjing.

“Pasti majikanmu sering mengikatmu ya?? tanya serigala menerka. Kalau seperti itu kondisinya,” lanjut serigala kemudian. “Aku lebih baik kelaparan dan kesusahan mencari makan seperti saat ini,” kata serigala menegaskan pada anjing. “Daripada hidupku terkekang dan tidak ada kebebasan seperti engkau, tambah serigala dengan penuh keyakinan sambil pergi meninggalkan anjing.

Pesan Moral:

Selalu bersyukur, karena setiap makhluk memiliki kelebihan dan kekurangan.

2. Rusa yang Membenci Kakinya yang Ramping

Sang rusa sangat bangga dengan tanduknya yang indah dan membenci kakinya yang kurus tinggi. Maka hari itu, sang rusa berniat untuk mencari hewan yang bisa mengubah keempat kakinya jadi lebih gemuk. Namun, saat sang rusa asyik berjalan ke tengah hutan. Tiba-tiba, sang rusa mendengar ada beberapa anjing pemburu datang mengejarnya.

Maka, tanpa memikirkan apapun lagi. Sang rusa langsung berlari sekencang mungkin ke tengah hutan untuk menyelamatkan diri. Sang rusa menerobos hutan lebat dengan semak belukar dan pohon-pohon rindang. Karena ketakutan dan kurang memperhatikan jalan, tiba-tiba…. Duk! Tanduk sang rusa yang indah itu tersangkut batang-batang pohon.

Uh, sang rusa mencoba untuk melepaskan tanduknya. Tapi…ufh! Susah juga. Sementara anjing-anjing pemburu sudah semakin dekat. Di saat genting seperti itu, sang rusa mengambil ancang-ancang. Satu… dua… tiga…. Lalu, dengan hentakkan keras kakinya. Tanduk sang rusa yang tersangkut batang pohon langsung bisa terlepas! Dengan keempat kaki sang rusa yang ramping itu, maka ia pun berlari sekencang mungkin.

Dan… akhirnya selamat dari kejaran anjing pemburu. Ah… leganya. Setelah kejadian itu, sang rusa baru sadar. Ternyata, kakiku yang selama ini kusepelekan, malah yang menyelamatkanku.” “Sebaliknya, tandukku yang selama ini selalu kubanggakan.” “Malah hampir saja mencelakakanku….? Maka sejak itu, sang rusa pun tidak lagi mempersoalkan bentuk kakinya lagi.

Pesan Moral:
Selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki.

3. Tipuan Suara Rubah

Suatu hari, seorang peternak mencari hewan yang bersedia menggembalakan domba dombanya. Di jalan, ia bertemu dengan seekor beruang yang menawarkan diri untuk menjadi penggembalanya. Namun, peternak itu menolaknya karena suara beruang sangat buruk. Di tempat lain, ia bertemu dengan serigala yang bersedia menjadi gembalanya.

Namun, lagi-lagi tak diterimanya karena suara serigala parau. Di tempat lain, barulah ia bertemu dengan seekor rubah. Karena bersuara merdu, peternak pun menerimanya sebagai penggembala domba dombanya. Namun, suara merdu rubah itu tidak menjadi jaminan. Si rubah sangat culas dan tak bisa dipercaya.

Setiap hari selama menggembalakan domba peternak, ia memangsa domba peternak satu-persatu. Sehingga akhirnya dalam sebulan, semua domba-domba peternak itu habis dimakannya. (Tamat)

Pesan Moral:
Jangan sembarang dan mudah percaya memilih orang.

ย 

1
/
3