10 Contoh Teks Anekdot Singkat dan Lucu

Iqbal Widiarko
Rabu 03 Agustus 2022 13:12 WIB
10 Contoh Teks Anekdot Singkat dan Lucu
Contoh Teks Anekdot Pendek Lucu. (Foto: Multimedia)

JAKARTA, celebrities.id - Contoh teks anekdot singkat dan lucu dapat menjadi referensi menarik dalam membuat karya humor tulis yang menghibur. 

Anekdot sangat sering ditemukan di berbagai literatur, film, televisi, teater dan bahkan cerita kehidupan nyata. Anekdot membuat percakapan atau dialog menjadi lebih pribadi dan menarik. 

Umumnya, teks ini digunakan untuk membuat penonton dan karakter lain tertawa atau berpikir lebih dalam tentang sebuah topik. Selain menghibur, teks jenis ini juga informatif dan relevan dengan masyarakat.

Dilansir dari berbagai sumber, celebrities.id, Rabu (3/8/2022) telah merangkum contoh teks anekdot singkat dan lucu, sebagai berikut.

Contoh Teks Anekdot Singkat dan Lucu

1. Pelajaran Kosong

Guru       : 'Anak-anak, apa pelajaran favoritmu?'
Andre      : 'Saya sangat suka matematika, Bu.'
Rini¬† ¬† ¬† ¬† ¬†: ‘Saya suka bahasa Inggris, Bu.’
Abdel      : 'Saya suka pelajaran sejarah, Bu.'
Guru        : 'Wah, bagus sekali! Hei Dadang, hanya bengong! Apa pelajaran favorit kamu?'
Dadang¬† ¬†: 'Ha? ada apa bu? saya suka… pelajaran kosong, bu!
Guru¬† ¬† ¬† ¬† : ‘Tahun depan ketemu pelajaran ibu lagi ya kamu!

2. Pengemis Dermawan

Kakek Pengemis : “Nak, berilah sedekah, Nak,” pinta pengemis itu.
Pemuda ¬† ¬† ¬† ¬†¬†¬† ¬† ¬† : “Tolong kembalikan lima ribu itu, Kakek,” katanya.
Kakek Pengemis  :'Ini, Nak, kembaliannya.'
Pemuda¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬†:“Nah, Kakek, kok kembaliannya sembilan ribu, itu banyak?” tanya pemuda itu heran.
Kakek¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† :'Oh, tidak apa-apa, Nak. Anggap saja saya sedang bersedekah.’

3. Periksa Telinga

Dokter    : 'Apa yang terjadi dengan telinga Anda, Bu?'
Wanita¬† ¬† : ‘Begini dok, tadi pagi saya sedang menyetrika baju. Saat saya sedang menyetrika, tiba-tiba telepon berdering. Karena refleks, saya langsung mengangkat setrika di telinga kiri saya.’
Dokter¬† ¬† ¬†: 'Begitu, saya mengerti keluhan Anda. Jadi bagaimana jika telinga ibu ada di sebelah¬†kanan?’
Pasien¬† ¬† ¬†: ‘Ini dia, dok. Seseorang menelpon saya lagi.'
Dokter     : *Hening*

4. Membeli Roti

Anak kecil   : 'Roti apa yang Anda jual, Pak?'
Penjual Roti: ‘Banyak, Dek. Pilih saja.’
Penjual Roti: 'Ada mangga, durian, strawberry, nanas dan lainnya. Mau beli rasa apa, Dek?'
Anak kecil ¬† : 'Kamu tidak ingin menjual roti, kan? Kok bisa, yang disebut buah terus. Yang mana roti asli?’
Penjual Roti: 'Semua roti ini asli, hanya rasa buahnya saja, Dek.'
Anak kecil ¬† : 'Kamu konyol, di sini. Di mana roti seperti itu ada.’
Penjual Roti: 'Nah, saya tidak menjual roti kepada Anda, Dek,' katanya dengan nada kesal. 

5. Maling Sendal

Pemuda Pencuri: ‘Pak, sandal yang saya curi harganya hanya Rp 25.000, kenapa saya divonis sepuluh tahun penjara? Sementara koruptor mendapat hukuman yang lebih ringan, padahal uang rakyat yang mereka curi ¬†jauh lebih banyak!”protes pemuda itu.
Hakim                 : 'Anda merugikan satu orang Rp. 25.000. Sementara koruptor merugikan 200 juta orang dengan korupsi sebanyak dua miliar. Jika dihitung-hitung, kerugian per orang hanya Rp. 10.'
Pemuda Pencuri: 'Lalu apa yang akan terjadi pada saya, Hakim?'
Hakim¬†¬† ¬† ¬† ¬† ¬†¬† ¬† ¬† : 'Setelah perhitungan, tindakan Anda jauh lebih merugikan. Jadi, saya akan menghukum Anda lebih berat daripada koruptor!’
Pemuda Pencuri:  *langsung pingsan*

 

1
/
2