Covid-19 Masih Hantui Dunia, Dokter Sarankan Masyarakat Tak Abaikan Prokes

Siska Permata Sari
Rabu 17 Agustus 2022 18:57 WIB
Covid-19 Masih Hantui Dunia, Dokter Sarankan Masyarakat Tak Abaikan Prokes
Covid-19 Masih Hantui Dunia, Dokter Sarankan Masyarakat Tak Abaikan Prokes. (Foto:celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Pandemi Covid-19 kini tengah menyerang dunia. Meskipun sudah memasuki masa transisi menuju endemi, namun masyarakat diperingatkan untuk tidak melonggarkan protokol kesehatan.

Sampai saat ini masih muncul mutasi virus Covid-19 yang menginfeksi masyarakat dunia. Tak hanya negara-negara di luar negeri, tetapi juga Indonesia kasus aktif Covid-19 mencapai lebih dari 50.000. Oleh sebab itu, dokter Spesialis Gizi KlikDokter dr Karin Wiradarma memperingatkan masyarakat agar jangan terlalu terlena dan melonggarkan prokes.

“Memang transisi dari pandemi ke endemi inu membuat orang terlena, akhirnya protokol kesehatannya mulai longgar,” kata dia di Webinar bertema ‘Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’ melalui Zoom, Rabu (17/8/2022).

Dia memperingatkan, Covid-19 masih dapat berbahaya bagi orang dengan kelompok tertentu. Misalnya saja, kelompok lansia dan orang dengan penyakit komorbid atau bawaan.

“Ingat, bahwa ada keluarga yang harus dijaga. Bisa saja keluarga kita ada yang lansia, punya penyakit komorbid, diabetes, kencing manis, darah tinggi, penyakit jantung, autoimun, kanker, dan mereka itu lebih rentan,” tuturnya.

Selain menerapkan protokol kesehatan, penting juga untuk mendapatkan vaksinasi lengkap, bahkan booster.

“Herd immunity dengan vaksin memang semakin melindungi, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga keluarga,” ujarnya.

Dokter Karin juga mengingatkan untuk tetap menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Jangan sampai pola makan dan gaya hidup meningkatkan risiko memiliki penyakit tidak menular (PTM) berbahaya.

“Kurangi gorengan, kurangi juga (makanan dan minuman) yang manis-manis, dan banyak bergerak. Selain itu, perbanyak buah, sayuran, dan protein,” kata dr Karin.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra