Cybersecurity Director Beberkan Alasan Indonesia Gampang Diretas

Tangguh Yudha
Senin 19 September 2022 23:42 WIB
Cybersecurity Director Beberkan Alasan Indonesia Gampang Diretas
Cybersecurity Director Beberkan Alasan Indonesia Gampang Diretas. (Foto:celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Kasus kebocoran data oleh hacker rentan terjadi di Tanah Air. Menurut Cybersecurity Director BDO Indonesia, Harry Adinanta ini bisa terjadi lantaran Indonesia sendiri memang cukup tertinggal dalam hal keamanan siber dibanding negara-negara maju lainnya.

"Cyber security Indonesia sangat rentan karena relatif baru. Bahkan kita saja baru menggodok Undang-undang Data Pribadi di saat negara-negara maju sudah lama mengesahkannya," ujar Harry dalam wawancara virtual yang digelar pada Senin (19/9/2022).

Lebih lanjut dia mengatakan krisis keamanan data ini semakin diperparah oleh pertumbuhan kejahatan siber yang semakin hari kian pesat. Yang mana para hacker telah memiliki kemampuan yang lebih mumpuni dibanding pemilik dan bahkan yang menjaga data. Dengan kurangnya sumber daya manusia yang kredibel, Harry pun menyebut peluang kerja di industri keamanan siber terbuka lebar.

Peluang semakin besar mengingat minat masyarakat Indonesia dan profesional yang terjun ke industri keamanan siber relatif kecil.

"Sembilan dari 10 orang memilih programer sebagai jalannya, hanya satu orang yang memilih cyber security. Jadi sekecil itu rasionya. Masih banyak yang belum paham bahwa teknik informasi (IT) itu bukan hanya programer saja. Memang cyber security kurang populer," tuturnya.

Harry mengungkap pihaknya berkomitmen untuk mendevelop orang-orang di bidang cyber security. Dia juga mengaku telah bekerja sama dengan beebagai pihak termasuk Badan Siber Sandi Negara (BSSN) untuk mencari talent agar bisa menjadi white hacker atau hacker baik.

"Agar bisa membantu pemerintah menyelesaikan beragam tantangan kita perlu white hacker, bukan bad hacker yang hanya mau mengambil keuntungan secara langsung. Ya ini on going, diharapkan Indonesia bisa bisa menggandeng orang-orang baik bukan yang jahat," tuturnya.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra