Dampak Buruk Asap Kendaraan Bermotor bagi Kesehatan, Waspadai Penyakit Kardiovaskular dan Bronkitis

Icon CameraRaden Yusuf Nayamenggala
Sabtu 14 Januari 2023 16:54 WIB
Dampak Buruk Asap Kendaraan Bermotor bagi Kesehatan, Waspadai Penyakit Kardiovaskular dan Bronkitis
Dampak buruk asap kendaraan bermotor, salah satunya dapat mempengaruhi kesehatan.  (Foto: celebrities.id/Freepik)

JAKARTA, celebrities.id - Dampak buruk asap kendaraan bermotor sangat berbahaya, baik itu untuk kesehatan maupun lingkungan. 

Kandungan pada emisi gas buang kendaraan terdiri dari karbon dioksida, uap air, nitrogen oksida, karbon monoksida, sulfur dioksida, partikulat, berbagai hidrokarbon, dan senyawa organik yang mudah menguap. 

Berikut ini deretan dampak dari kandungan emisi gas buang kendaraan bermotor bagi kesehatan, seperti yang dilansir dari news-medical.net, Sabtu (14/1/2023). 

Dampak buruk asap kendaraan bermotor pada kesehatan 

1. Penyakit kardiovaskular 

Studi menunjukan, bahwa terdapat hubungan antara Partikulat dan efek kesehatan merugikan dalam jangka pendek dan jangka panjang. 

Karena, partikulat dihasilkan dari reaksi kimia antara polutan yang berbeda, serta penetrasi partikel bergantung pada ukurannya. 

Studi epidemiologi menunjukan, paparan jangka pendek partikulat bisa menyebabkan faringitis hidung, dan paparan jangka panjang bisa berdampak pada penyakit kardiovaskular. 

Selain itu, dalam jangka panjangnya juga bisa menyebabkan efek buruk pada sistem kekebalan, dan dianggap sebagai dampak buruk jangka panjang. 

Orang yang menderita pneumonia, diabetes, asma, penyakit pernapasan, dan kardiovaskular, berisiko lebih besar terkena dampak buruk Partikulat. 

2. Hipoksia 

Karbon monoksida disebabkan oleh pembakaran bahan bakar yang tak sempurna. 

Peningkatan kadar karbon dioksida sendiri bisa mengakibatkan keracunan, gejala pusing, sakit kepala, muntah, dan kehilangan kesadaran. Karbon monoksida memunculkan efek lewat pengikatan hemoglobin. 

Selain itu, karbon monoksida juga bisa mengakibatkan seseorang mengalami hipoksia, iskemia hingga penyakit kardiovaskular. 

Negara Miliki Polusi Karbon  Dioksida Tertinggi. (Foto: Reuters)
Dampak buruk asap kendaraan bermotor salah satunya sebabkan penyakit bronkitis.(Foto: celebrities.id/Reuters)

3. Paru-paru kronis 

Nitrogen oksida bisa mengakibatkan iritasi pada sistem pernapasan, menembus jauh ke dalam jaringan paru-paru, mengakibatkan penyakit pernapasan, mengi, bronkospasme, dan edema paru pada tingkat tinggi. 

Selain itu, Nitrogen oksida juga bisa mempengaruhi sistem kekebalan, khususnya sel T CD8+. 

Paparan nitrogen dioksida dalam jangka panjang pun dilaporkan terkait dengan perkembangan penyakit paru-paru kronis, hingga bisa merusak indra penciuman seseorang. 

4. Bronkitis 

Sulfur dioksida bisa mempengaruhi manusia, hewan hingga tumbuhan. Kelompok yang terkena dampak buruknya yaitu yang memiliki penyakit paru-paru, orangtua dan anak-anak. 

Menghirup sulfur dioksida bisa mengakibatkan bronkitis dan bronkospasme. 

Sulfur dioksida juga dianggap bisa mengakibatkan kerusakan pada mata, selaput lendir, serta eksaserbasi penyakit kardiovaskular yang sudah ada sebelumnya. 

5. Ganguan memori pada anak 

Timbal merupakan logam berat yang dihasilkan dari beberapa mesin motor bensin. 

Timbal bisa masuk ke dalam tubuh lewat pernapasan, pencernaan, dan penyerapan melalui kulit. Ketika timbal terhirup, bisa mengakibatkan kehilangan konsentrasi, dan menyebabkan nyeri sendi dan otot. 

Bayi yang baru lahir maupun anak-anak, sangat rentan terhadap timbal. Karena merupakan neurotoksikan yang bisa mempengaruhi perkembangan anak kecil, yang mengakibatkan ketidakmampuan belajar, hiperaktif, gangguan memori dan keterbelakangan mental.

Editor : Imantoko Kurniadi

Follow Berita Celebrities di Google News