Daniel Craig Pensiun dari James Bond, Pemerintah Inggris Beri Penghargaan

Hasyim Ashari
Sabtu 01 Januari 2022 22:11 WIB
Daniel Craig Pensiun dari James Bond, Pemerintah Inggris Beri Penghargaan
Daniel Craig dapat pengehargaan dari pemerintah Inggris setelah pensiun dari James Bond. (Foto: ScreenRant)

LONDON, celebrities.id – Daniel Craig memutuskan tidak lagi memerankan James Bond setelah main di Film No Time To Die. Terkait hal ini, Pemerintah Inggris memberikan penghargaan kepada sang aktor sebagai bentuk apresiasi atas kesuksesannya dalam memerankan karakter film sebagai James Bond. Bahkan, Craig diangkat menjadi pendamping dalam The Order of St. Michael and St George.

Tidak hanya itu, pemerintah Inggris juga memberikan penghargaan kepada ilmuwan dan ย para petugas medis yang berada di garda depan dalam pertempuran melawan gelombang pandemi Covid-19.

Dengan diberikan gelar penghormatan tersebut, Craig kini telah melengkapi semua gelarnya, setelah diangkat menjadi Komandan kehormatan di Angkatan Laut Kerajaan Inggris pada bulan September 2020 lalu.

Penghargaan juga diberikan kepada para ilmuwan yang terlibat dalam produksi vaksin termasuk Pfizer Chief Development Officer Rod MacKenzie, Sean Marett, chief business and commercial officer di BioNTech, dan Melanie Ivarsson, chief development officer di Moderna.

Sementara itu, dari kalangan seniman, pemerintah Inggris juga mengganjar penghargaan kepada penulis lagu Bernie Taupin yang terkenal karena kolaborasinya dengan Elton John dengan mengaransemen ulang lagu berjudul Candle in the Wind 1997 yang dinyanyikan oleh John ย di pemakaman Putri Diana.

Penghargaan Tahun Baru telah dianugerahkan sejak pemerintahan Ratu Victoria pada abad ke-19 dan bertujuan untuk mengakui tidak hanya tokoh-tokoh terkenal tetapi juga orang-orang yang telah berkontribusi pada kehidupan nasional melalui pekerjaan yang sering kali tanpa tanda jasa selama bertahun-tahun.

"Para penerima ini telah menginspirasi dan menghibur kami dan memberikan begitu banyak kepada komunitas mereka di Inggris atau dalam banyak kasus di seluruh dunia," kata Perdana Menteri Boris Johnson dikutip Channel News Asia, Sabtu (1/1/2022).

Editor : Hadits Abdillah