Deddy Corbuzier Tanyakan Apakah Kasus Cemaran EG dan DEG masuk Kategori Bioterorisme? Ini Penjelasan BPOM

Icon CameraKevi Laras
Kamis 24 November 2022 17:25 WIB
Deddy Corbuzier Tanyakan Apakah Kasus Cemaran EG dan DEG masuk Kategori Bioterorisme? Ini Penjelasan BPOM
Kepala BPOM Penny Lukito menjadi bintang tamu di YouTube Close the Door. (Foto: celebrities.id/YouTube Deddy Corbuzier)

JAKARTA, celebrities.id - Kasus kejahatan yang disengaja atau diatur untuk membunuh menggunakan zat kimia, secara umum disebut bioterorisme. Hal ini menarik perhatian Deddy Corbuzier, lantaran kasus gagal ginjal akut (GGA) diakibatkan larutan atau senyawa kimia.

Senyawa yang bisa merusak ginjal itu disebut etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) yang dikatakan, melampaui ambang batas ketentuan dalam obat tidak lebih dari 0,1 persen. 

"Hal seperti ini bisa saja disebut bioterorism?," tanya Deddy Corbuzier ke Penny K Lukito, Kepala BPOM di kanal YouTube pribadinya, dikutip Kamis (24/11/2022).

"Bisa karena ini masuk melalui produk obat dan pangan maupun kosmetik juga yang mengandung senyawa toksik sangat berbahaya," kata Penny. 

Ketentuan ambang batas cemaran atau penggunaan zat dari EG dan DEG ini, hasil dari buku standar pembuatan obat oleh apoteker (Farmokepi) dan disepakati di dunia. Sehingga sudah seharusnya Industri Farmasi mematuhi ketentuan tersebut.

Penny pun menjelaskan bahwa obat-obat sirup yang ditarik dari peredaran karena mengandung EG dan DEG mencapai 90 persen lebih, tentu sangat berbahaya bagi anak-anak. Fakta belum lama ini, pihaknya menemukan obat sirup juga dijual di platform online dengan harga sangat murah.

Tentu ini membuka peluang obat-obatan mudah didapatkan, karena obat sirup ini merupakan obat pereda panas dan batuk anak. Namun Penny menegaskan hal ini, sudah ditindaklanjuti oleh tim cyber. 

"Apalagi sekarang melalui pengiriman online, ini salah satu obat yang substandar atau di bawah standar yang kandungan EG dan DEG-nya sangat tinggi. Sangat murah harganya dan kami sampai harus umumkan ini obat mengandung senyawa berbahaya harus segera kita tarik," ucapnya 

"Kita tarik CPOB dan lainnya langsung kami ada deputi cyber control ternyata ada 6.000 link yang jual obat tersebut, sirup anak, ya mau panas ataupun batuk dan flu," kata Penny.

Editor : Hadits Abdillah