Di Monas Gua Jatuh Cinta

MNC Portal
Jumat 24 Juni 2022 15:31 WIB
Di Monas Gua Jatuh Cinta
Di Monas gua jatuh cinta. (celebrities.id/MNC)

JAKARTA, celebrities.id - Monas adalah salah satu ikon besar di mana monumen nasional yang berdiri di tanah Jakarta tersebut sangat amat merepresentasikan negara Indonesia. 
Berdiri tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Monumen Nasional ini didirikan pada bulan Agustus tahun 1959, yakni beberapa hari setelah peringatan hari ulang tahun NKRI yang ke-9 dan diresmikan pada 12 Juli 1975 oleh Presiden Pertama NKRI. 

Tugu monas dibangun untuk mengenang dan mengabadikan kebesaran bangsa Indonesia yang dikenal dengan Revolusi 17 Agustus 1945 dan juga digunakan sebagai wahana untuk membangkitkan semangat patriotisme generasi sekarang dan generasi yang akan datang. 

Selain itu, Tugu Monas juga menggambarkan nilai keluhuran bangsa Indonesia dan menunjukkan kepribadian bangsa Indonesia yang tinggal tepat di atas Bumi Pertiwi yang diikat oleh adanya Kesatuan dan Persatuan. 

Gagasan awal dibangunnya Monumen Nasional untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam memperjuangkan Negara Kesatuan Republik yang mereka cintai ini datang dari seorang rakyat biasa bernama Sarwoko Martokoesoemo. 

Lalu, beberapa hari setelah peringatan HUT ke-9 RI, dibentuklah Panitia Tugu Nasional yang bertugas mengusahakan berdirinya Tugu Monas yang dipimpin oleh Sarwoko Martokusumo.

Bentuk dari Monumen Tugu Nasional yang bisa kita lihat sampai sekarang ini merupakan hasil pemikiran dari beberapa pemuda-pemudi Indonesia yang mendaftarkan diri untuk mengikuti sebuah sayembara perancangan Monumen Nasional yang digelar pada tahun 1955. 

Dari 51 karya yang masuk ke pihak panitia, hanya satu yang disebut memenuhi kriteria dari ketentuan panitia. Desain tersebut adalah milik salah satu pemuda Indonesia bernama Frederich Silaban, seorang arsitek generasi awal di Indonesia. 

Walau sudah terdapat satu desain yang memenuhi kriteria, panitia tetap mengadakan sayembara kedua dan dari 136 desain yang masuk, tidak ada satu pun yang memenuhi kriteria sehingga Panitia Tugu Nasional meminta Frederich Silaban untuk menunjukkan desainnya kepada Presiden Soekarno. 

 

1
/
2