Diduga Paksa Mahasiswi Cantik UB Aborsi, Oknum Polisi Terancam Dipecat dan Kena Pasal Berlapis

Avirista Midaada
Minggu 05 Desember 2021 13:46 WIB
Diduga Paksa Mahasiswi Cantik UB Aborsi, Oknum Polisi Terancam Dipecat dan Kena Pasal Berlapis
Diduga Paksa Mahasiswi Cantik UB Aborsi, Oknum Polisi Terancam Dipecat dan Kena Pasal Berlapis. (Foto: celebrities/Ist)

SURABAYA, celebrities.id - Polisi bergerak cepat mengusut kejadian bunuh diri mahasiswi cantik Universitas Brawijaya (UB) Malang, Novia Widyasari Rahayu (23) di atas pusara ayahnya di Mojokerto. 

Polres Mojokerto bersama Polda Jawa Timur didukung Mabes Polri melakukan penyelidikan internal terkait bunuh dirinya mahasiswi cantik UB karena oknum polisi berinisial R.

Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo menuturkan, berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian akhirnya berhasil mengamankan seorang terduga tersangka, yang bersangkutan anggota Polri yang bertugas di Polres Pasuruan Kabupaten.

"Korban dan Anggota Polri ini sudah berkenalan sejak bulan Oktober 2019. Pada saat itu sedang nonton bareng distro baju yang ada di Malang. Keduanya pun akhirnya berkenalan dan bertukar nomor Handphone hingga terjadi hubungan (berpacaran)," ucap Slamet Hadi di Mapolda Jawa Timur, pada Sabtu malam (4/12/2021).

Slamet menerangkan, keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri yang terjadi mulai tahun 2020 hingga 2021, yang dilakukan di wilayah Malang yang dilakukan di kos maupun di hotel.

"Selain itu ditemukan juga bukti lain bahwa korban selama pacaran, yang terhitung mulai bulan Oktober 2019 sampai bulan Desember 2021 melalukan tindakan aborsi bersama yang mana dilakukan pada bulan Maret tahun 2020 dan bulan Agustus 2021," tuturnya.

"Untuk usia kandungan yang pertama masih usia mingguan, sedangkan usia kandungan yang kedua setelah usia 4 bulan," ujarnya.

Perbuatan melanggar hukum ini secara internal akan mengenakan terkait dengan ketentuan yang sudah mengatur di Kepolisian yaitu Perkap nomor 14 tahun 2011 tentang kode etik yaitu dijerat dengan Pasal 7 dan 11. Secara pidana umum juga akan dijerat Pasal 348 Juncto 55, ini adalah langkah - langkah yang akan dilakukan oleh anggota Polri.

"Kita akan menerapkan pasal-pasal tersebut kepada anggota yang melalukan pelanggaran. Sehingga tidak pandang bulu, dan hari ini yang terduga sudah diamankan di Polres Mojokerto Kabupaten," katanya.

Tetapi pihak kepolisian masih mendalami sejumlah keterangan dan barang bukti yang menyebabkan mahasiswi cantik UB ini bunuh diri.

"Sementara kita sudah mendapatkan keterangan dari hasil Interogasi. Apa yang kita dapatkan sesuai dengan pasal - pasal tersebut fan sudah terpenuhi semua.

"Hasil sementara potasium sudah dikirim ke Labfor, sedangkan barang bukti yang ditemukan di TKP adalah potasium, sedangkan barang bukti yang untuk menggugurkan adalah sikotek. Sampai hari ini tidak ditemukan unsur kekerasan," tuturnya.

Kini oknum polisi berinisial R ini terancam dijerat kode etik adalah Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan ini adalah hukuman terberat.

Sementara untuk pihak keluarga dari terduga pelaku sudah dilakukan pemeriksaan dan untuk penjual obat aborsi juga tidak menutup kemungkinan juga akan dilakukan pengejaran.

Editor : Simon Iqbal Fahlevi