Dinas Perhubungan Resmikan Mobil Listrik, Terintegrasi Stasiun Duri ke PIK II

Dimas Choirul
Jumat 17 Juni 2022 18:26 WIB
Dinas Perhubungan Resmikan Mobil Listrik, Terintegrasi Stasiun Duri ke PIK II
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo Syafrin meresmikan mobil listrik yang terintegrasi stasiun Duri dan PIK II. (Foto: celebrities.id/Dimas Choirul)

JAKARTA, celebrities.id - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meresmikan peluncuran mobil listrik yang terintegrasi dari stasiun Duri ke Taman Bahari Pantai Indah Kapuk (PIK) II. Mobil listrik ini akan diuji coba selama tiga bulan.

"Hari ini kita menyaksikan peresmian operasi stasiun duri ke PIK yang nantinya dioperasionalkan satu kendaraan listrik sehingga layanan masyarakat dapat ditingkatkan," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo Syafrin di stasiun Duri, Jakarta Barat, Jumat (17/6/2022).

Syafrin mengatakan, penggunaan transportasi bermesin listrik ini dapat mengurangi polusi udara. Nantinya, satu unit mobil listrik ini akan dilakukan uji coba selama tiga bulan ke depan.

"Selama operasional akan dilakukan monitoring dan evaluasi pertama spesifikasi kendaraan apakah sesuai karakteristik jalan di DKI," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan memeriksa aspek keselamatan kendaraan telah memenuhi standar jalan atau tidak, sekaligus menyesuaikan waktu operasi dengan titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Di saat yang sama, CEO PT Rancang Olah Nusantara (TRON) selaku pihak yang menyediakan mobil listrik mengaku siap membantu pemerintah dalam urusan moda transportasi listrik.

Menurut David, penggunaan transportasi umum berbasis listrik sudah menjadi kebutuhan di kota besar seperti DKI Jakarta. Maka dari itu, pihaknya hadir untuk memberikan fasilitas tersebut kepada masyarakat.

"Khususnya bagi karyawan yang bermobilisasi dan bekerja di daerah sekitar PIK agar dapat lebih menghemat waktu dan biaya dalam perjalanan,” ucap dia.

Untuk diketahui, terdapat beberapa teknologi canggih yang ada di kendaraan seperti GPS, CCTV, kamera sensor Jalan (ADAS), kamera sensor pengawasan pengemudi (DSM), LED, serta perangkat Tap on Bus untuk pembayaran non tunai.

Kapasitas kendaraan jenis minibus ini pun bisa menampung sebanyak tujuh orang termasuk pengemudi. David memastikan selama uji coba, kendaraan ini akan beroperasi secara gratis. Untuk penentuan tarifnya akan disesuaikan pascatiga bulan uji coba.

Editor : Hadits Abdillah